PASSIVE
VOICE
A. Pengertian Passive Voice
Passive
voice adalah suatu bentuk kalimat dimana subjek kalimat menerima aksi, bukan
melakukan aksi. Tidak seperti active voice yang fokus terhadap pihak yang
melakukan aksi (doer of action), bentuk ini lebih berfokus kepada pihak atau
objek yang menerima hasil dari suatu aksi tersebut (receiver of action).
|
Active
|
My
parents plant some flowers
(Pelaku aksi)
|
|
Passive
|
Some
flowers are planted by my parents
(Penerima aksi)
|
Umumnya,
kalimat aktif yang bisa ditransformasi menjadi kalimat pasif berbentuk kalimat
aktif yang mengandung transitive verbs (kata kerja yang memerlukan objek
langsung) seperti make, bring, buy, write dan sebagainya. Sebaliknya, kalimat
pasif yang mengandung intransitive verbs (kata kerja yang tidak memerlukan
objek langsung) seperti cry, swim, go, arrive, dan die tidak bisa diubah
menjadi kalimat pasif.
Namun,
apabila intransitive verbs tersebut diikuti oleh preposition, ada kemungkinan
kalimat tersebut bisa diubah menjadi kalimat pasif tetapi kalimat pasif yang
terbentuk akan sangat kaku.
B. Rumus Passive Voice
Untuk
membentuk kalimat pasif, rumus sederhana berikut biasanya digunakan tetapi
tetap harus disesuaikan dengan tense kalimat.
|
Subject + to be (am/is/are) + past
participle (pp)
|
||
|
Tense
|
Rumus Passive Voice
|
Contoh Passive Voice
|
|
Simple
Present
|
am/is/are
+ pp
|
is
created
|
|
Present
Continuous
|
am/is/are
being + pp
|
is
being created
|
|
Simple
Past
|
was/were
+ pp
|
was
created
|
|
Past
Continuous
|
was/were
being + pp
|
was
being created
|
|
Present
Perfect
|
has/have
been + pp
|
has
been created
|
|
Past
Perfect
|
had
been + pp
|
had
been created
|
|
Simple
Future
|
will
be + pp
|
will
be created
|
|
Future
Continuous
|
am/is/are
going to be + pp
|
is
going to be created
|
|
Future
Perfect
|
will
have been + pp
|
will
have been created
|
Penggunaan
kalimat pasif dengan perfect continuous tenses biasanya jarang dilakukan karena
menghasilkan struktur kalimat yang terlalu rumit dan sulit dipahami. Oleh
karena itu, hal ini sebaiknya dihindari meskipun secara tata bahasa benar
(grammatically correct).
C. Penggunaan & Contoh Passive Voice
Kalimat
pasif umumnya digunakan dalam kondisi sebagai berikut:
|
a) Ketika pelaku
aksi (doer of action) tidak diketahui
|
My money has
been stolen.
Dalam contoh
passive voice ini, pembicara tidak mengetahui siapa yang mencuri dompetnya.
|
|
b) Ketika pelaku
aksi (doer of action) sudah jelas dan tidak perlu disebutkan
|
Wheat is grown
in Karawang.
Dalam contoh
ini, sudah sangat jelas bahwa petani adalah pelaku aksi atau orang yang
menanam gandum.
|
|
c) Ketika tidak ingin memberitahukan
siapa pelaku aksi (doer of action)
|
Mistakes
were made.
Dalam contoh
ini, pembicara tidak mau memberitahu siapa yang melakukan kesalahan.
|
|
d) Ketika pelaku
aksi (doer of action) adalah semua orang (people in general)
|
Transjakarta is
used as an alternative means of transportation to avoid traffic jam.
Dalam contoh
ini, pelaku aksi adalah semua orang karena transjakarta dapat digunakan oleh
masyarakat luas.
|
|
e) Ketika pelaku aksi telah disebutkan
pada kalimat sebelumnya (apabila terdapat di suatu paragraf)
|
Mr.
Han caught Ari cheating on the test. Ari was given punishment immediately.
Dalam contoh
passive voice ini, Mr. Han sebagai pelaku aksi sudah disebutkan sebelumnya
sehingga tidak perlu ditambahkan pada kalimat kedua.
|
Pelaku
Aksi dalam Passive Voice
Dalam
beberapa kondisi penggunaan passive voice, by-phrase (frasa yang menyatakan
pelaku aksi) tidak digunakan karena beberapa alasan sebagaimana tertulis di
atas. Namun, sebenarnya kita dapat memasukkan pelaku aksi jika informasi
tersebut sangat penting atau dalam kondisi sebagai berikut :
|
a)
Ketika terdapat informasi baru (kalimat kedua).
|
Bottled
water comes from mountain water. It is produced by water company.
|
|
b)
Ketika mengetahui nama jelas pelaku aksi atau pelaku aksi adalah orang
terkenal.
|
Siti
Nurbaya was written by Marah Roesli.
|
|
c)
Ketika identitas pelaku aksi sangat mengejutkan atau tidak dikira-kira.
|
It
is hard to believe that this beautiful jazz melody was composed by an eight-year-old
|
Passive
Voice dengan Get
Kata
get dapat juga digunakan pada kalimat pasif untuk menggantikan to be
(am/is/are). Biasanya kalimat pasif dengan kata get digunakan pada percakapan
informal. Sama seperti ketika menggunakan to be (am/is/are), bentuk get yang
digunakan juga harus disesuaikan dengan tense kalimat.
|
Subject
+ to be + past participle (pp)
|
||
|
Tense
|
Rumus
Passive Voice
|
Contoh
Passive Voice
|
|
Simple
Present
|
get/gets
+ pp
|
get
treated
|
|
Present
Continuous
|
am/is/are
getting + pp
|
is
getting treated
|
|
Simple
Past
|
got
+ pp
|
got
treated
|
|
Past
Continuous
|
was/were
getting + pp
|
was
getting treated
|
|
Present
Perfect
|
has/have
gotten + pp
|
has
gotten treated
|
|
Past
Perfect
|
had
gotten + pp
|
had
gotten treated
|
|
Simple
Future
|
will
get + pp
|
will
get treated
|
|
Future
Continuous
|
am/is/are
going to get + pp
|
is
going to get treated
|
|
Future
Perfect
|
will
have gotten + pp
|
will
have gotten treated
|
CONDITIONAL
SENTENCES
A. Pengertian Conditional Sentence
Conditional
sentence adalah complex sentence (kalimat majemuk) yang dibentuk dari
subordinate clause yang diawali dengan subordinate conjunction if berupa
condition (syarat) dan main clause berupa result/consequence (hasil).
Ada
4 tipe conditional sentence yang biasa digunakan, yaitu: tipe 1, tipe 2, tipe
3, dan tipe 0. Condition pada conditional sentence tipe 1 mungkin dipenuhi,
tipe 2 tidak atau hampir tidak mungkin dipenuhi, tipe 3 tidak mungkin dipenuhi
(unreal), sedangkan tipe 0 selalu terwujud karena merupakan scientific fact/kebenaran
ilmiah.
B. Rumus Conditional Sentence
-
Rumus Umum
Secara umum, rumus kalimat pengandaian ini
adalah sebagai berikut.
|
if + condition,
result/consequence
|
atau tanpa tanda baca koma:
|
result/consequence
+ if + condition
|
-
Rumus Conditional Sentence Berbagai Tipe
|
Type
|
Rumus
Conditional Sentence
|
|
0
|
if
+ simple present, simple present
|
|
1
|
if
+ simple present, will + bare infinitive
|
|
2
|
if
+ simple past, would/could/might + bare infinitive
|
|
3
|
if
+ past perfect, would/should/could/might have + past participle
|
-
Contoh Conditional Sentence
|
Type
|
Contoh
Conditional Sentence
|
|
0
|
If we burn
paper, it becomes ash.
(Jika kita
membakar kertas, itu menjadi abu)
|
|
1
|
If I meet him, i
will introduce myself.
(Jika saya
bertemu dia, saya akan memperkenalkan diri).
|
|
2
|
If
it rained tomorrow, I would sleep all day.
(Jika besok hujan, saya akan tidur
sepanjang hari.)
|
|
3
|
If
you had remembered to invite me, I would have attended your party.
(Jika kamu ingat mengundang saya, saya
akan hadir di pestamu.)
|
C. Negatif if + Condition
Rumus:
if…not dapat digantikan dengan unless.
Contoh
conditional sentence: if…not dan unless:
Dengan
menggunakan rumus negatif if, contoh conditional sentence seperti di bawah ini.
If the students do not understand, they
will raise their hand to ask.
Unless the students understand, they will
raise their hand to ask. (Jika para siswa tidak mengerti, mereka akan
mengangkat tangan untuk bertanya.)
Sumber: