Sabtu, 05 Mei 2018

PASSIVE VOICE & CONDITIONAL SENTENCES


PASSIVE VOICE
   A.    Pengertian Passive Voice
Passive voice adalah suatu bentuk kalimat dimana subjek kalimat menerima aksi, bukan melakukan aksi. Tidak seperti active voice yang fokus terhadap pihak yang melakukan aksi (doer of action), bentuk ini lebih berfokus kepada pihak atau objek yang menerima hasil dari suatu aksi tersebut (receiver of action).

Active
My parents plant some flowers
(Pelaku aksi)
Passive
Some flowers are planted by my parents
(Penerima aksi)

Umumnya, kalimat aktif yang bisa ditransformasi menjadi kalimat pasif berbentuk kalimat aktif yang mengandung transitive verbs (kata kerja yang memerlukan objek langsung) seperti make, bring, buy, write dan sebagainya. Sebaliknya, kalimat pasif yang mengandung intransitive verbs (kata kerja yang tidak memerlukan objek langsung) seperti cry, swim, go, arrive, dan die tidak bisa diubah menjadi kalimat pasif.
Namun, apabila intransitive verbs tersebut diikuti oleh preposition, ada kemungkinan kalimat tersebut bisa diubah menjadi kalimat pasif tetapi kalimat pasif yang terbentuk akan sangat kaku.

   B.     Rumus Passive Voice
Untuk membentuk kalimat pasif, rumus sederhana berikut biasanya digunakan tetapi tetap harus disesuaikan dengan tense kalimat.

Subject + to be (am/is/are) + past participle (pp)
Tense
Rumus Passive Voice
Contoh Passive Voice
Simple Present
am/is/are + pp
is created
Present Continuous
am/is/are being + pp
is being created
Simple Past
was/were + pp
was created
Past Continuous
was/were being + pp
was being created
Present Perfect
has/have been + pp
has been created
Past Perfect
had been + pp
had been created
Simple Future
will be + pp
will be created
Future Continuous
am/is/are going to be + pp
is going to be created
Future Perfect
will have been + pp
will have been created

Penggunaan kalimat pasif dengan perfect continuous tenses biasanya jarang dilakukan karena menghasilkan struktur kalimat yang terlalu rumit dan sulit dipahami. Oleh karena itu, hal ini sebaiknya dihindari meskipun secara tata bahasa benar (grammatically correct).

   C.    Penggunaan & Contoh Passive Voice
Kalimat pasif umumnya digunakan dalam kondisi sebagai berikut:

a) Ketika pelaku aksi (doer of action) tidak diketahui
My money has been stolen.

Dalam contoh passive voice ini, pembicara tidak mengetahui siapa yang mencuri dompetnya.
b) Ketika pelaku aksi (doer of action) sudah jelas dan tidak perlu disebutkan
Wheat is grown in Karawang.

Dalam contoh ini, sudah sangat jelas bahwa petani adalah pelaku aksi atau orang yang menanam gandum.
c) Ketika tidak ingin memberitahukan siapa pelaku aksi (doer of action)
Mistakes were made.

Dalam contoh ini, pembicara tidak mau memberitahu siapa yang melakukan kesalahan.
d) Ketika pelaku aksi (doer of action) adalah semua orang (people in general)
Transjakarta is used as an alternative means of transportation to avoid traffic jam.

Dalam contoh ini, pelaku aksi adalah semua orang karena transjakarta dapat digunakan oleh masyarakat luas.
e) Ketika pelaku aksi telah disebutkan pada kalimat sebelumnya (apabila terdapat di suatu paragraf)
Mr. Han caught Ari cheating on the test. Ari was given punishment immediately.

Dalam contoh passive voice ini, Mr. Han sebagai pelaku aksi sudah disebutkan sebelumnya sehingga tidak perlu ditambahkan pada kalimat kedua.

Pelaku Aksi dalam Passive Voice
Dalam beberapa kondisi penggunaan passive voice, by-phrase (frasa yang menyatakan pelaku aksi) tidak digunakan karena beberapa alasan sebagaimana tertulis di atas. Namun, sebenarnya kita dapat memasukkan pelaku aksi jika informasi tersebut sangat penting atau dalam kondisi sebagai berikut :

a) Ketika terdapat informasi baru (kalimat kedua).
Bottled water comes from mountain water. It is produced by water company.
b) Ketika mengetahui nama jelas pelaku aksi atau pelaku aksi adalah orang terkenal.
Siti Nurbaya was written by Marah Roesli.
c) Ketika identitas pelaku aksi sangat mengejutkan atau tidak dikira-kira.
It is hard to believe that this beautiful jazz melody was composed by an eight-year-old

Passive Voice dengan Get
Kata get dapat juga digunakan pada kalimat pasif untuk menggantikan to be (am/is/are). Biasanya kalimat pasif dengan kata get digunakan pada percakapan informal. Sama seperti ketika menggunakan to be (am/is/are), bentuk get yang digunakan juga harus disesuaikan dengan tense kalimat.

Subject + to be + past participle (pp)
Tense
Rumus Passive Voice
Contoh Passive Voice
Simple Present
get/gets + pp
get treated
Present Continuous
am/is/are getting + pp
is getting treated
Simple Past
got + pp
got treated
Past Continuous
was/were getting + pp
was getting treated
Present Perfect
has/have gotten + pp
has gotten treated
Past Perfect
had gotten + pp
had gotten treated
Simple Future
will get + pp
will get treated
Future Continuous
am/is/are going to get + pp
is going to get treated
Future Perfect
will have gotten + pp
will have gotten treated

CONDITIONAL SENTENCES
   A.    Pengertian Conditional Sentence
Conditional sentence adalah complex sentence (kalimat majemuk) yang dibentuk dari subordinate clause yang diawali dengan subordinate conjunction if berupa condition (syarat) dan main clause berupa result/consequence (hasil).

Ada 4 tipe conditional sentence yang biasa digunakan, yaitu: tipe 1, tipe 2, tipe 3, dan tipe 0. Condition pada conditional sentence tipe 1 mungkin dipenuhi, tipe 2 tidak atau hampir tidak mungkin dipenuhi, tipe 3 tidak mungkin dipenuhi (unreal), sedangkan tipe 0 selalu terwujud karena merupakan scientific fact/kebenaran ilmiah.

   B.     Rumus Conditional Sentence
-          Rumus Umum
Secara umum, rumus kalimat pengandaian ini adalah sebagai berikut.
if + condition, result/consequence

atau tanpa tanda baca koma:
result/consequence + if + condition

-          Rumus Conditional Sentence Berbagai Tipe
Type
Rumus Conditional Sentence
0
if + simple present, simple present
1
if + simple present, will + bare infinitive
2
if + simple past, would/could/might + bare infinitive
3
if + past perfect, would/should/could/might have + past participle

-          Contoh Conditional Sentence
Type
Contoh Conditional Sentence
0
If we burn paper, it becomes ash.
(Jika kita membakar kertas, itu menjadi abu)
1
If I meet him, i will introduce myself.
(Jika saya bertemu dia, saya akan memperkenalkan diri).
2
If it rained tomorrow, I would sleep all day.
(Jika besok hujan, saya akan tidur sepanjang hari.)
3
If you had remembered to invite me, I would have attended your party.
(Jika kamu ingat mengundang saya, saya akan hadir di pestamu.)

   C.    Negatif if + Condition
Rumus: if…not dapat digantikan dengan unless.
Contoh conditional sentence: if…not dan unless:

Dengan menggunakan rumus negatif if, contoh conditional sentence seperti di bawah ini.

    If the students do not understand, they will raise their hand to ask.
    Unless the students understand, they will raise their hand to ask. (Jika para siswa tidak mengerti, mereka akan mengangkat tangan untuk bertanya.)


Sumber: