Sabtu, 24 November 2018

Tulisan3_MSDM_Kompensasi

Implikasi Pengaruh Simultan Variabel Kompensasi Langsung dan Kompensasi Tidak Langsung terhadap Motivasi Kerja Karyawan

Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa F hitung sebesar 36,752 (Sig F = 0,000). Jadi, F hitung > Ftabel (36,752 > 3,443) dan Sig F < 5% (0,000 < 0,05). Dengan demikian H1 diterima dan H0 ditolak yang berarti bahwa secara bersama-sama (simultan) variabel Kompensasi Langsung (X1) dan Kompensasi Tidak Langsung (X2) mempunyai pengaruh terhadap variabel Motivasi Kerja Karyawan (Y). Maka model regresi bisa dipakai untuk memprediksi pengaruh Kompensasi Langsung (X1) dan Kompensasi Tidak Langsung (X2) pada Motivasi Kerja Karyawan (Y).
Kompensasi Langsung dan Kompensasi Tidak Langsung merupakan salah satu cara perusahaan untuk meningkatkan motivasi kerja setiap karyawan. Dalam penelitian ini terbukti bahwa Kompensasi Langsung dan Kompensasi Tidak Langsung mempunyai pengaruh yang simultan atau secara bersama – sama memberikan pengaruh terhadap Motivasi Kerja karyawan, khususnya pada Karyawan Bagian Biro Sumber Daya Manusia dan Umum Perum Jasa Tirta I Malang karena penelitian ini berfokus pada Karyawan Bagian Biro Sumber Daya Manusia dan Umum Perum Jasa Tirta I Malang. Berdasarkan teori dan fenomena yang ada dalam survei penelitian menunjukkan bahwa Kompensasi merupakan salah satu faktor penentu dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan. Dalam hal ini Kompensasi Langsung dan Kompensasi Tidak Langsung yang didapat karyawan dari perusahaan mampu meningkatkan motivasi kerjanya. Pernyataan ini dapat dibuktikan pada tanggapan karyawan pada kuesioner yang disebarkan oleh penulis. Pada setiap item pernyataan yang disajikan dalam kuesioner, karyawan yang bertindak sebagai responden sebagian besar memberikan penilaian yang positif terhadap pernyataan yang disajikan.

Implikasi Pengaruh Parsial Variabel Kompensasi Langsung terhadap Motivasi Kerja Karyawan

Kompensasi Langsung (X1) memiliki nilai t hitung sebesar 2,587. Nilai ini lebih besar dari t tabel yaitu 2,074 dan Sig t < 5% (0,05). Sehingga pengujian hipotesis untuk H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menjelaskan bahwa secara parsial variabel Kompensasi Langsung (X1) mempengaruhi Motivasi Kerja Karyawan (Y). Kompensasi Langsung yang diberikan perusahaan terhadap karyawan yang berupa gaji, bonus dan insentif terbukti tepat sasaran. Hal demikian terjadi karena dalam prakteknya banyak kesesuaian yang terbukti antara besarnya jumlah gaji yang diterimakan kepada karyawan dengan tanggungjawab yang dibebankan, tingkat pendidikan, kesepakatan dalam surat perjanjian, keterampilan dan pengalaman kerja, peningkatan produktivitas dan prestasi kerja. Insentif akan diterimakan kepada karyawan apabila karyawan berprestasi dan mempunyai perilaku serta sikap yang baik dalam bekerja. Selanjutnya, apabila karyawan tersebut mampu menyelesaikan tugas dan tanggungjawab pekerjaannya maka karyawan tersebut akan mendapatkan bonus dari perusahaan. Jadi, kepuasan yang diterima dari Kompensasi Langsung yang diberikan kepada karyawan oleh perusahaan membuat karyawan tersebut tak segan untuk memberikan dan meningkatkan kontribusi kerja untuk perusahaan.

Implikasi Pengaruh Parsial Variabel Kompensasi Tidak Langsung terhadap Motivasi Kerja Karyawan

Kompensasi Tidak Langsung (X2) memiliki nilai t hitung sebesar 2,368. Nilai ini lebih besar dari t tabel yaitu 2,074 dan Sig t < 5% (0,05). Sehingga pengujian hipotesis untuk H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menjelaskan bahwa secara parsial variabel Kompensasi Tidak Langsung (X2) mempengaruhi Motivasi Kerja Karyawan (Y). Dalam Kompensasi Tidak Langsung ada tiga komponen yang menjadi fokus perhatian dalam perusahaan yaitu pertama hak – hak karyawan dijelaskan bahwa karyawan mudah dalam mengajukan cuti sesuai dengan hak cuti dan juga karyawan diberikan kemudahan untuk mengajukan izin apabila karyawan sakit dan ketika ada keperluan keluarga. Komponen kedua yaitu upah lembur yang di dalamnya terdapat kesesuaian antara penerimaan upah lembur dengan kelebihan jam kerja yang dihabiskan karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan dan juga ketepatan waktu dalam penerimaan upah lembur kepada karyawan. Komponen ketiga yaitu mengenai program pesangon, pesangon diberikan karyawan ketika karyawan pensiun dan untuk jumlah yang diterimakan tentunya sesuai dengan lamanya karyawan tersebut bekerja, jabatan dan tanggungjawab yang diembannya, serta kontribusi yang diberikannya kepada perusahaan demi kemajuan perusahaan.

Sumber: 
Shinta Wahyu Hati, Serlina Simangunsong. 2016. Pengaruh Kompensasi Langsung dan Kompensasi Tidak Langsung Terhadap Semangat Kerja Karyawan di PT. Bandar Abadi Batam. Batam: Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis | Vol. 4, No. 2, Dec 2016, 142-149