Selasa, 08 Januari 2019

Tugas2_MSDM_Bagaimana Perusahaan Memelihara Karyawan

Karyawan merupakan salah satu aset terbesar yang dimiliki perusahaan untuk bisa mencapai setiap tujuannya. Untuk itu menjalin hubungan dengan karyawan secara baik perlu dilakukan oleh setiap perusahaan.

Jangan menganggap karyawan hanya sebagai “alat” milik perusahaan untuk mencapai keuntungan saja. Melainkan perusahaan harus menjalin hubungan dengan karyawan dan memperlakukan mereka layaknya rekan kerja sama seperti lainnya.

Agar memiliki hubungan baik dengan karyawan, jangan berpikir bahwa hal yang harus dilakukan hanyalah memberi kenaikan gaji atau penghargaan tertentu, melainkan beberapa hal di bawah ini:

1. Kebijakan yang Transparan
Menerapkan sikap dan kebijakan terbuka adalah salah satu cara yang baik untuk menjalin hubungan dengan karyawan.

Sikap terbuka yang dimaksud di sini adalah perusahaan mau membuka diri menerima ide dan pendapat dari karyawan mengenai beberapa hal tertentu.

Bahkan Anda juga bisa membuat kebijakan yang memungkinkan karyawan untuk mengajukan komplain mengenai sesuatu.

Selain membuat karyawan merasa dihargai, untuk menjalin hubungan dengan karyawan juga memungkinkan perusahaan mendapatkan ide dan pendapat baru yang mungkin saja tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Perusahaan juga bisa mengetahui kendala apa yang sedang dihadapi oleh karyawannya.

2. Berkomunikasi dengan Baik
Untuk bisa menjalin hubungan dengan karyawan, pastikan karyawan mengetahui bahwa Anda sebagai atasan bersedia melakukan komunikasi dengan baik dalam kesempatan apapun.

Baik itu komunikasi langsung, dalam meeting, melalui email atau telepon dan sebagainya. Jangan hanya mementingkan pekerjaan Anda sendiri tanpa mempedulikan karyawan Anda.  Motivasi kerja karyawan akan lebih men

3. Luangkan Waktu untuk Karyawan
Bertemu dengan karyawan tidak cukup hanya melalui meeting atau keperluan kantor saja. Melainkan berupayalah untuk menyediakan waktu sebanyak atau sebisa mungkin dengan karyawan untuk menjalin hubungan baik.

Pastikan Anda hadir bagi karyawan dalam keadaan susah maupun duka. Contoh kecil yang mudah dilakukan adalah makan siang bersama, ikut merayakan ulang tahun karyawan, menjenguk karyawan yang sakit dan sebagainya.

4. Bersikap Adil Kepada Karyawan
Salah satu penyebab ketidakpuasan karyawan adalah perlakuan yang tidak adil dari perusahaan atau atasan. Dapat dikatakan bahwa biasanya atasan memiliki staff atau bawahan favorit mereka sehingga karyawan lain merasa diperlakukan secara tidak adil.

Hubungan Anda akan terjalin dengan baik jika bersikap adil kepada semua karyawan tanpa terkecuali. Untuk memberikan motivasi kerja ke karyawan, jangan memiliki harapan yang sama dari setiap karyawan karena tentu saja setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Pada dasarnya Anda harus bersikap positif kepada semua karyawan.

5. Tetapkan Tujuan yang Jelas dan Masuk Akal
Sebaik dan sehebat apapun karyawan Anda, mereka tidak akan menyukai Anda atau perusahaan jika dibebankan untuk mencapai target yang tidak masuk akal. Jangan pernah meminta orang lain melakukan sesuatu yang bahkan tidak bisa Anda lakukan sendiri.

6. Melibatkan Karyawan dalam Pengambilan Keputusan
Ketika Anda mengikutsertakan karyawan dalam proses pengambilan keputusan seperti tujuan tim atau tool yang dibutuhkan untuk mendukung pekerjaan misalnya. Mereka akan merasa dihargai dan dibutuhkan oleh perusahaan.

7. Terapkan Peraturan yang Sama Pada Setiap Karyawan
Jangan memanfaatkan status atau kedudukan Anda yang lebih tinggi untuk bersikap sewenang-wenang. Ikuti peraturan perusahaan yang sudah ditetapkan layaknya karyawan lain, atau dengan kata lain jangan membuat pengecualian untuk diri Anda.

8. Kejujuran Selalu Berikan Hasil yang Terbaik
Ingat, kejujuran adalah hal utama dalam setiap pekerjaan. Ketika Anda berbohong kepada karyawan, maka Anda menghancurkan kepercayaan mereka yang kemudian berakibat rusaknya hubungan kedua belah pihak.

Walaupun berkata jujur tidak selalu mudah, namun karyawan akan menghargai setiap hal yang Anda ungkapkan tersebut.

Sabtu, 24 November 2018

Tulisan3_MSDM_Kompensasi

Implikasi Pengaruh Simultan Variabel Kompensasi Langsung dan Kompensasi Tidak Langsung terhadap Motivasi Kerja Karyawan

Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa F hitung sebesar 36,752 (Sig F = 0,000). Jadi, F hitung > Ftabel (36,752 > 3,443) dan Sig F < 5% (0,000 < 0,05). Dengan demikian H1 diterima dan H0 ditolak yang berarti bahwa secara bersama-sama (simultan) variabel Kompensasi Langsung (X1) dan Kompensasi Tidak Langsung (X2) mempunyai pengaruh terhadap variabel Motivasi Kerja Karyawan (Y). Maka model regresi bisa dipakai untuk memprediksi pengaruh Kompensasi Langsung (X1) dan Kompensasi Tidak Langsung (X2) pada Motivasi Kerja Karyawan (Y).
Kompensasi Langsung dan Kompensasi Tidak Langsung merupakan salah satu cara perusahaan untuk meningkatkan motivasi kerja setiap karyawan. Dalam penelitian ini terbukti bahwa Kompensasi Langsung dan Kompensasi Tidak Langsung mempunyai pengaruh yang simultan atau secara bersama – sama memberikan pengaruh terhadap Motivasi Kerja karyawan, khususnya pada Karyawan Bagian Biro Sumber Daya Manusia dan Umum Perum Jasa Tirta I Malang karena penelitian ini berfokus pada Karyawan Bagian Biro Sumber Daya Manusia dan Umum Perum Jasa Tirta I Malang. Berdasarkan teori dan fenomena yang ada dalam survei penelitian menunjukkan bahwa Kompensasi merupakan salah satu faktor penentu dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan. Dalam hal ini Kompensasi Langsung dan Kompensasi Tidak Langsung yang didapat karyawan dari perusahaan mampu meningkatkan motivasi kerjanya. Pernyataan ini dapat dibuktikan pada tanggapan karyawan pada kuesioner yang disebarkan oleh penulis. Pada setiap item pernyataan yang disajikan dalam kuesioner, karyawan yang bertindak sebagai responden sebagian besar memberikan penilaian yang positif terhadap pernyataan yang disajikan.

Implikasi Pengaruh Parsial Variabel Kompensasi Langsung terhadap Motivasi Kerja Karyawan

Kompensasi Langsung (X1) memiliki nilai t hitung sebesar 2,587. Nilai ini lebih besar dari t tabel yaitu 2,074 dan Sig t < 5% (0,05). Sehingga pengujian hipotesis untuk H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menjelaskan bahwa secara parsial variabel Kompensasi Langsung (X1) mempengaruhi Motivasi Kerja Karyawan (Y). Kompensasi Langsung yang diberikan perusahaan terhadap karyawan yang berupa gaji, bonus dan insentif terbukti tepat sasaran. Hal demikian terjadi karena dalam prakteknya banyak kesesuaian yang terbukti antara besarnya jumlah gaji yang diterimakan kepada karyawan dengan tanggungjawab yang dibebankan, tingkat pendidikan, kesepakatan dalam surat perjanjian, keterampilan dan pengalaman kerja, peningkatan produktivitas dan prestasi kerja. Insentif akan diterimakan kepada karyawan apabila karyawan berprestasi dan mempunyai perilaku serta sikap yang baik dalam bekerja. Selanjutnya, apabila karyawan tersebut mampu menyelesaikan tugas dan tanggungjawab pekerjaannya maka karyawan tersebut akan mendapatkan bonus dari perusahaan. Jadi, kepuasan yang diterima dari Kompensasi Langsung yang diberikan kepada karyawan oleh perusahaan membuat karyawan tersebut tak segan untuk memberikan dan meningkatkan kontribusi kerja untuk perusahaan.

Implikasi Pengaruh Parsial Variabel Kompensasi Tidak Langsung terhadap Motivasi Kerja Karyawan

Kompensasi Tidak Langsung (X2) memiliki nilai t hitung sebesar 2,368. Nilai ini lebih besar dari t tabel yaitu 2,074 dan Sig t < 5% (0,05). Sehingga pengujian hipotesis untuk H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menjelaskan bahwa secara parsial variabel Kompensasi Tidak Langsung (X2) mempengaruhi Motivasi Kerja Karyawan (Y). Dalam Kompensasi Tidak Langsung ada tiga komponen yang menjadi fokus perhatian dalam perusahaan yaitu pertama hak – hak karyawan dijelaskan bahwa karyawan mudah dalam mengajukan cuti sesuai dengan hak cuti dan juga karyawan diberikan kemudahan untuk mengajukan izin apabila karyawan sakit dan ketika ada keperluan keluarga. Komponen kedua yaitu upah lembur yang di dalamnya terdapat kesesuaian antara penerimaan upah lembur dengan kelebihan jam kerja yang dihabiskan karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan dan juga ketepatan waktu dalam penerimaan upah lembur kepada karyawan. Komponen ketiga yaitu mengenai program pesangon, pesangon diberikan karyawan ketika karyawan pensiun dan untuk jumlah yang diterimakan tentunya sesuai dengan lamanya karyawan tersebut bekerja, jabatan dan tanggungjawab yang diembannya, serta kontribusi yang diberikannya kepada perusahaan demi kemajuan perusahaan.

Sumber: 
Shinta Wahyu Hati, Serlina Simangunsong. 2016. Pengaruh Kompensasi Langsung dan Kompensasi Tidak Langsung Terhadap Semangat Kerja Karyawan di PT. Bandar Abadi Batam. Batam: Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis | Vol. 4, No. 2, Dec 2016, 142-149

Selasa, 23 Oktober 2018

Tulisan2_MSDM_Tips & Trik Sukses Dalam Menghadapi Wawancara


TIPS & TRIK SUKSES DALAM MENGHADAPI WAWANCARA


Dikutip dari www.moneysmart.id, berikut beberapa tips & trik yang bisa dipersiapkan saat ingin melakukan wawancara kerja.

1. Berpenampilan menarik sesuai profil perusahaan

Sesuai pepatah “dari mata turun ke hati”, saat kamu wawancara dengan calon bos pun demikian. 
Kamu mesti kasih impresi bagus dari awal dengan mengenakan pakaian yang menarik. Menarik di sini gak harus selalu formal, lho. Namun, kamu bisa sesuaikan dengan profil perusahaan yang dituju. 
Buat perusahaan konservatif, seperti perbankan dan perusahaan yang udah lama, kamu mesti kenakan pakaian formal. Akan tetapi, buat perusahaan startup yang lebih bebas, kamu bisa sedikit berkreasi.
 

2. Perhatikan sikap kamu sejak di lobi

Bisa jadi kamu emang gak bertemu dengan user di lobi. Namun, bisa jadi user memerhatikan kamu tanpa sepengetahuan kamu. 
Jadi, ada baiknya buat jaga-jaga, perhatikan sikap kamu saat berada di lobi menunggu panggilan wawancara. 
Gak salah buat mengecek ponsel namun bila di samping kamu ada kandidat lainnya, ada baiknya buat mengobrol aja. Bila di sekliling kamu ada bacaan yang bisa dibaca maka lebih baik pilih buat membaca daripada menatap ponsel.
 

3. Siap sedia buat jabat tangan dengan user

Saat dipanggil buat masuk ke dalam ruangan user, pastikan kamu udah siap sedia buat jabat tangan dengan user. 
Oleh sebab itu, pastikan barang bawaan kamu udah kamu rapikan. Misalnya, ponsel dimasukkan ke dalam saku atau tas. Tangan kiri pegang CV. Sementara itu, tangan kanan udah siap buat berjabatan dengan penuh percaya diri. 
Hal ini menunjukkan kamu benar-benar persiapan dan gak berantakan.
 

4. Terlihat antusias dan kurangi rasa gugup

Sebenarnya sedikit gugup pas wawancara kerja gak masalah buat user. User bakal memahami kalau perasaan gugup biasa terjadi dan user pun bakal berusaha bikin kamu rileks. 
Biar kamu berbeda dari kandidat lainnya, ada baiknya buat berusaha antusias dan gak gugup. User biasanya bakal lebih kagum saat kamu begitu excited pada pekerjaan tersebut dan bisa meng-handle diri kamu.
 

5. Siapkan kalimat perkenalan yang menarik

Tips wawancara kerja selanjutnya adalah siapkan kalimat menarik saat kamu diminta buat memperkenalkan diri. 
Pertanyaan ini emang sedikit tricky. Kamu bisa aja menjabarkan seluruh riwayat pekerjaan dan pengalaman kamu buat menarik perhatian user. Namun, ternyata hal tersebut bakal membosankan. 
User cuma pengin tahu detail tentang kamu yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar. Jadi, usahakan buat kalimat perkenalan yang straight to the point tanpa bertele-tele.
 

6. Sebutkan pengalaman yang relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar

Mirip dengan poin sebelumnya, sebutkanlah pengalaman yang relevan saat kamu ditanya tentang pengalaman kerja. 
Kamu bisa sebutkan pengalaman kerja tersebut disertai dengan penjelasan job desc-nya. Dari situ, biarkan percakapan mengalir antara kamu dan user.  
Jadi, kamu gak perlu jelaskan terlalu detail karena user biasanya bakal menanyakan beberapa perincian bila dia penasaran.
 

7. Siapkan pertanyaan untuk user

Wawancara kerja yang menarik adalah bila komunikasi yang terjadi dua arah.
Jadi, kamu bukan cuma jawab pertanyaan yang diajukan tetapi berusaha buat bertanya balik.
Bila kamu punya pertanyaan buat diajukan, hal itu tunjukkan bahwa kamu punya minat pada perusahaan tersebut.
Ada dua tips buat ajukan pertanyaan untuk si user. Yang pertama, kamu bertanya berdasarkan pertanyaan yang udah kamu siapkan dari rumah. Kedua, kamu mesti antusias saat tanya-jawab sehingga dapat sesuatu buat ditanyakan.

8. Akhiri dengan mantap dan tanyakan langkah selanjutnya

Di akhir wawancara kerja, kamu bisa tegaskan ketertarikan kamu pada pekerjaan yang sedang kamu lamar ini. Kemudian, tanyakan pula langkah selanjutnya. Misal tentang step apa yang selanjutnya bakal dijalani serta kapan kira-kira dihubungi kembali bila lolos.
Jangan lupa ucapkan terima kasih atas ketersediaan waktu user buat manggil kamu buat wawancara.






Referensi:

Senin, 01 Oktober 2018

Tulisan1_MSDM_Mempersiapkan Persaingan Dengan Tenaga Kerja Asing


“Mempersiapkan Persaingan Dengan Tenaga Kerja Asing”

Tenaga Kerja Indonesia akan bersaing dengan Tenaga Kerja Asing seiring pemberlakuan kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Kesepakatan MEA yang sudah diterapkan pada tahun 2015 ini membuka pasar tenaga kerja dan jasa di beberapa bidang. Ada beberapa sektor jasa yang telah dibuka secara bebas. Pekerja sektor tersebut dapat bekerja lintas batas negara dengan mudah berkat MEA.

MEA ini akan lebih dibanjiri oleh tenaga kerja yang terampil. Bagi perusahaan untuk bersaing di kancah bisnis mereka akan berusaha mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) untuk menunjang hasilnya bisnis.

Mereka tidak melihat lagi dari mana asal negara sumber daya manusia (SDM) yang mendukung bisnisnya. Pilihan untuk tenaga kerja itu tidak harus mengambil dari lokal. Bisa saja diambil dari negara lain, asalkan memenuhi kriteria kebutuhan korporasi.

Namun, kenyataan dilapangan itu berbanding terbalik dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Bukan hanya tenaga kerja ahli seperti yang disebutkan diatas, namun pekerja kasar yang tidak terlalu memerlukan keahlian profesional pun dilibatkan dalam beberapa proyek yang menggunakan tenaga kerja asing tersebut.

Maka dari itu persiapan yang baik terhadap tenaga kerja lokal di Indonesia harus diterapkan agar dapat bersaing dengan para tenaga kerja dari luar.

Dikutip dari www.cermati.com, ada beberapa kiat-kiat yang dapat dilakukan dalam menghadapi serta menguntungkan dari diselenggarakannya MEA ini.

1. Leadership

Jiwa kepemimpinan yang baik sangat dibutuhkan dalam situasi atau pekerjaan apa pun, termasuk pada masa MEA saat ini. Orang-orang dengan jiwa kepemimpinan akan memiliki kemampuan untuk mengatur dan sangat peduli terhadap kemajuan kelompok atau perusahaan yang dipimpinnya. Pemimpin yang memiliki jiwa leadership akan berusaha sekuat tenaga demi kemajuan perusahaannya.

2. Public Speaking

Baik sebagai perwakilan perusahaan maupun tenaga kerja, memiliki kemampuan public speaking jelas penting dalam karier atau menjalankan bisnis apa pun, termasuk dalam penyelenggaraan MEA. Dengan memiliki kemampuan ini, seseorang bisa menarik perhatian orang lain agar mau menuruti kemauannya. Tentu saja hal ini bisa dimanfaatkan sebagai alat pemasaran yang efektif.

3. Bahasa Asing

Bersaing secara internasional mau tidak mau pasti dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa asing. Terlebih jika menguasai bahasa-bahasa yang digunakan negara-negara ASEAN, tentu akan sangat mendukung dalam era MEA ini.

4. Project Management

Project management adalah kemampuan seseorang dalam membuat rancangan sebuah proyek. Dalam hal ini, yang dirancang adalah waktu pengerjaan, kekuatan, dan kelemahan yang bisa membawa proyek akan berhasil atau justru akan menemui kegagalan.

5. Negosiasi dan Mediasi

Pengusaha yang pandai dalam hal negosiasi dan mediasi bisa dengan cepat memutuskan persoalan atau masalah. Pada era pasar bebas, interaksi dengan perusahaan asing tentu akan memberikan perbedaan cara pandang yang berbeda dengan yang kita alami setiap hari. Karena itu, memiliki kemampuan tersebut akan sangat membantu memecahkan persoalan.

6. Networking

Sudah jelas bahwa jaringan yang luas bisa meningkatkan potensi keuntungan yang bisa didapatkan perusahaan. Memiliki kemampuan dalam menjalin relasi akan semakin berpeluang dalam meraih kesuksesan pada masa depan.

7. Rendah Hati

Dorong diri kita untuk selalu rendah hati dalam segala hal. Setelah berhasil meningkatkan kemampuan diri dan menguasai banyak keahlian, bukan berarti kita menjadi sombong dan berhenti belajar. Orang yang mau terus belajar akan menjadi aset yang penting dalam perusahaan pada masa MEA.

8. Openness

Berbenturan dengan budaya lain adalah konsekuensi yang tidak bisa dihindari dalam pasar bebas internasional. Baik pekerja maupun pebisnis tetap perlu menerima perbedaan pandangan dan budaya agar tercipta harmoni dan keselarasan demi mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.

9. Ingin Tahu dan Kritis

Menjadi orang yang kritis akan mendorong orang tersebut untuk menjadi orang yang selalu berpikir ke depan. Setiap kesalahan bisa menjadi kesempatan yang bisa dimanfaatkan untuk perbaikan. Rasa ingin tahu akan membuat seseorang untuk selalu mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak dari yang sudah mereka miliki.

10.Profesionalisme

Pada era MEA dan sebelumnya, bisa dikatakan profesionalisme adalah karakter yang sangat diperlukan, baik oleh calon tenaga kerja yang ingin bekerja di luar negeri maupun pengusaha Indonesia yang akan menjalin kerja sama dengan perusahaan asing. Berpikir dan bekerja secara profesional akan mengundang pujian dari orang lain.



Sumber:

Cermati. (2017, 09 Februari). 10 Kiat yang Bisa Dilakukan untuk Bersaing Menghadapi MEA. Diperoleh 01 Oktober 2018, dari https://www.cermati.com/artikel/10-kiat-yang-bisa-dilakukan-untuk-bersaing-menghadapi-mea

Jawapos. (2016, 02 April). MEA, Persaingan Antara Tenaga Kerja Lokal Dengan TKA. Diperoleh 01 Oktober 2018, dari https://www.jawapos.com/nasional/humaniora/02/03/2016/mea-persaingan-antara-tenaga-kerja-lokal-dengan-tka

Metrotvnews. (2015, 14 Desember). Persaingan Ketat Pasar Tenaga Kerja di MEA. Diperoleh 01 Oktober 2018, dari http://telusur.metrotvnews.com/news-telusur/GNlxg0mN-persaingan-ketat-pasar-tenaga-kerja-di-mea


Sabtu, 05 Mei 2018

PASSIVE VOICE & CONDITIONAL SENTENCES


PASSIVE VOICE
   A.    Pengertian Passive Voice
Passive voice adalah suatu bentuk kalimat dimana subjek kalimat menerima aksi, bukan melakukan aksi. Tidak seperti active voice yang fokus terhadap pihak yang melakukan aksi (doer of action), bentuk ini lebih berfokus kepada pihak atau objek yang menerima hasil dari suatu aksi tersebut (receiver of action).

Active
My parents plant some flowers
(Pelaku aksi)
Passive
Some flowers are planted by my parents
(Penerima aksi)

Umumnya, kalimat aktif yang bisa ditransformasi menjadi kalimat pasif berbentuk kalimat aktif yang mengandung transitive verbs (kata kerja yang memerlukan objek langsung) seperti make, bring, buy, write dan sebagainya. Sebaliknya, kalimat pasif yang mengandung intransitive verbs (kata kerja yang tidak memerlukan objek langsung) seperti cry, swim, go, arrive, dan die tidak bisa diubah menjadi kalimat pasif.
Namun, apabila intransitive verbs tersebut diikuti oleh preposition, ada kemungkinan kalimat tersebut bisa diubah menjadi kalimat pasif tetapi kalimat pasif yang terbentuk akan sangat kaku.

   B.     Rumus Passive Voice
Untuk membentuk kalimat pasif, rumus sederhana berikut biasanya digunakan tetapi tetap harus disesuaikan dengan tense kalimat.

Subject + to be (am/is/are) + past participle (pp)
Tense
Rumus Passive Voice
Contoh Passive Voice
Simple Present
am/is/are + pp
is created
Present Continuous
am/is/are being + pp
is being created
Simple Past
was/were + pp
was created
Past Continuous
was/were being + pp
was being created
Present Perfect
has/have been + pp
has been created
Past Perfect
had been + pp
had been created
Simple Future
will be + pp
will be created
Future Continuous
am/is/are going to be + pp
is going to be created
Future Perfect
will have been + pp
will have been created

Penggunaan kalimat pasif dengan perfect continuous tenses biasanya jarang dilakukan karena menghasilkan struktur kalimat yang terlalu rumit dan sulit dipahami. Oleh karena itu, hal ini sebaiknya dihindari meskipun secara tata bahasa benar (grammatically correct).

   C.    Penggunaan & Contoh Passive Voice
Kalimat pasif umumnya digunakan dalam kondisi sebagai berikut:

a) Ketika pelaku aksi (doer of action) tidak diketahui
My money has been stolen.

Dalam contoh passive voice ini, pembicara tidak mengetahui siapa yang mencuri dompetnya.
b) Ketika pelaku aksi (doer of action) sudah jelas dan tidak perlu disebutkan
Wheat is grown in Karawang.

Dalam contoh ini, sudah sangat jelas bahwa petani adalah pelaku aksi atau orang yang menanam gandum.
c) Ketika tidak ingin memberitahukan siapa pelaku aksi (doer of action)
Mistakes were made.

Dalam contoh ini, pembicara tidak mau memberitahu siapa yang melakukan kesalahan.
d) Ketika pelaku aksi (doer of action) adalah semua orang (people in general)
Transjakarta is used as an alternative means of transportation to avoid traffic jam.

Dalam contoh ini, pelaku aksi adalah semua orang karena transjakarta dapat digunakan oleh masyarakat luas.
e) Ketika pelaku aksi telah disebutkan pada kalimat sebelumnya (apabila terdapat di suatu paragraf)
Mr. Han caught Ari cheating on the test. Ari was given punishment immediately.

Dalam contoh passive voice ini, Mr. Han sebagai pelaku aksi sudah disebutkan sebelumnya sehingga tidak perlu ditambahkan pada kalimat kedua.

Pelaku Aksi dalam Passive Voice
Dalam beberapa kondisi penggunaan passive voice, by-phrase (frasa yang menyatakan pelaku aksi) tidak digunakan karena beberapa alasan sebagaimana tertulis di atas. Namun, sebenarnya kita dapat memasukkan pelaku aksi jika informasi tersebut sangat penting atau dalam kondisi sebagai berikut :

a) Ketika terdapat informasi baru (kalimat kedua).
Bottled water comes from mountain water. It is produced by water company.
b) Ketika mengetahui nama jelas pelaku aksi atau pelaku aksi adalah orang terkenal.
Siti Nurbaya was written by Marah Roesli.
c) Ketika identitas pelaku aksi sangat mengejutkan atau tidak dikira-kira.
It is hard to believe that this beautiful jazz melody was composed by an eight-year-old

Passive Voice dengan Get
Kata get dapat juga digunakan pada kalimat pasif untuk menggantikan to be (am/is/are). Biasanya kalimat pasif dengan kata get digunakan pada percakapan informal. Sama seperti ketika menggunakan to be (am/is/are), bentuk get yang digunakan juga harus disesuaikan dengan tense kalimat.

Subject + to be + past participle (pp)
Tense
Rumus Passive Voice
Contoh Passive Voice
Simple Present
get/gets + pp
get treated
Present Continuous
am/is/are getting + pp
is getting treated
Simple Past
got + pp
got treated
Past Continuous
was/were getting + pp
was getting treated
Present Perfect
has/have gotten + pp
has gotten treated
Past Perfect
had gotten + pp
had gotten treated
Simple Future
will get + pp
will get treated
Future Continuous
am/is/are going to get + pp
is going to get treated
Future Perfect
will have gotten + pp
will have gotten treated

CONDITIONAL SENTENCES
   A.    Pengertian Conditional Sentence
Conditional sentence adalah complex sentence (kalimat majemuk) yang dibentuk dari subordinate clause yang diawali dengan subordinate conjunction if berupa condition (syarat) dan main clause berupa result/consequence (hasil).

Ada 4 tipe conditional sentence yang biasa digunakan, yaitu: tipe 1, tipe 2, tipe 3, dan tipe 0. Condition pada conditional sentence tipe 1 mungkin dipenuhi, tipe 2 tidak atau hampir tidak mungkin dipenuhi, tipe 3 tidak mungkin dipenuhi (unreal), sedangkan tipe 0 selalu terwujud karena merupakan scientific fact/kebenaran ilmiah.

   B.     Rumus Conditional Sentence
-          Rumus Umum
Secara umum, rumus kalimat pengandaian ini adalah sebagai berikut.
if + condition, result/consequence

atau tanpa tanda baca koma:
result/consequence + if + condition

-          Rumus Conditional Sentence Berbagai Tipe
Type
Rumus Conditional Sentence
0
if + simple present, simple present
1
if + simple present, will + bare infinitive
2
if + simple past, would/could/might + bare infinitive
3
if + past perfect, would/should/could/might have + past participle

-          Contoh Conditional Sentence
Type
Contoh Conditional Sentence
0
If we burn paper, it becomes ash.
(Jika kita membakar kertas, itu menjadi abu)
1
If I meet him, i will introduce myself.
(Jika saya bertemu dia, saya akan memperkenalkan diri).
2
If it rained tomorrow, I would sleep all day.
(Jika besok hujan, saya akan tidur sepanjang hari.)
3
If you had remembered to invite me, I would have attended your party.
(Jika kamu ingat mengundang saya, saya akan hadir di pestamu.)

   C.    Negatif if + Condition
Rumus: if…not dapat digantikan dengan unless.
Contoh conditional sentence: if…not dan unless:

Dengan menggunakan rumus negatif if, contoh conditional sentence seperti di bawah ini.

    If the students do not understand, they will raise their hand to ask.
    Unless the students understand, they will raise their hand to ask. (Jika para siswa tidak mengerti, mereka akan mengangkat tangan untuk bertanya.)


Sumber: