My Simply Blog
Sabtu, 02 Januari 2021
Selasa, 08 Januari 2019
Tugas2_MSDM_Bagaimana Perusahaan Memelihara Karyawan
Karyawan merupakan salah satu aset terbesar yang dimiliki perusahaan untuk bisa mencapai setiap tujuannya. Untuk itu menjalin hubungan dengan karyawan secara baik perlu dilakukan oleh setiap perusahaan.
Jangan menganggap karyawan hanya sebagai “alat” milik perusahaan untuk mencapai keuntungan saja. Melainkan perusahaan harus menjalin hubungan dengan karyawan dan memperlakukan mereka layaknya rekan kerja sama seperti lainnya.
Agar memiliki hubungan baik dengan karyawan, jangan berpikir bahwa hal yang harus dilakukan hanyalah memberi kenaikan gaji atau penghargaan tertentu, melainkan beberapa hal di bawah ini:
1. Kebijakan yang Transparan
Menerapkan sikap dan kebijakan terbuka adalah salah satu cara yang baik untuk menjalin hubungan dengan karyawan.
Sikap terbuka yang dimaksud di sini adalah perusahaan mau membuka diri menerima ide dan pendapat dari karyawan mengenai beberapa hal tertentu.
Bahkan Anda juga bisa membuat kebijakan yang memungkinkan karyawan untuk mengajukan komplain mengenai sesuatu.
Selain membuat karyawan merasa dihargai, untuk menjalin hubungan dengan karyawan juga memungkinkan perusahaan mendapatkan ide dan pendapat baru yang mungkin saja tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Perusahaan juga bisa mengetahui kendala apa yang sedang dihadapi oleh karyawannya.
2. Berkomunikasi dengan Baik
Untuk bisa menjalin hubungan dengan karyawan, pastikan karyawan mengetahui bahwa Anda sebagai atasan bersedia melakukan komunikasi dengan baik dalam kesempatan apapun.
Baik itu komunikasi langsung, dalam meeting, melalui email atau telepon dan sebagainya. Jangan hanya mementingkan pekerjaan Anda sendiri tanpa mempedulikan karyawan Anda. Motivasi kerja karyawan akan lebih men
3. Luangkan Waktu untuk Karyawan
Bertemu dengan karyawan tidak cukup hanya melalui meeting atau keperluan kantor saja. Melainkan berupayalah untuk menyediakan waktu sebanyak atau sebisa mungkin dengan karyawan untuk menjalin hubungan baik.
Pastikan Anda hadir bagi karyawan dalam keadaan susah maupun duka. Contoh kecil yang mudah dilakukan adalah makan siang bersama, ikut merayakan ulang tahun karyawan, menjenguk karyawan yang sakit dan sebagainya.
4. Bersikap Adil Kepada Karyawan
Salah satu penyebab ketidakpuasan karyawan adalah perlakuan yang tidak adil dari perusahaan atau atasan. Dapat dikatakan bahwa biasanya atasan memiliki staff atau bawahan favorit mereka sehingga karyawan lain merasa diperlakukan secara tidak adil.
Hubungan Anda akan terjalin dengan baik jika bersikap adil kepada semua karyawan tanpa terkecuali. Untuk memberikan motivasi kerja ke karyawan, jangan memiliki harapan yang sama dari setiap karyawan karena tentu saja setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Pada dasarnya Anda harus bersikap positif kepada semua karyawan.
5. Tetapkan Tujuan yang Jelas dan Masuk Akal
Sebaik dan sehebat apapun karyawan Anda, mereka tidak akan menyukai Anda atau perusahaan jika dibebankan untuk mencapai target yang tidak masuk akal. Jangan pernah meminta orang lain melakukan sesuatu yang bahkan tidak bisa Anda lakukan sendiri.
6. Melibatkan Karyawan dalam Pengambilan Keputusan
Ketika Anda mengikutsertakan karyawan dalam proses pengambilan keputusan seperti tujuan tim atau tool yang dibutuhkan untuk mendukung pekerjaan misalnya. Mereka akan merasa dihargai dan dibutuhkan oleh perusahaan.
7. Terapkan Peraturan yang Sama Pada Setiap Karyawan
Jangan memanfaatkan status atau kedudukan Anda yang lebih tinggi untuk bersikap sewenang-wenang. Ikuti peraturan perusahaan yang sudah ditetapkan layaknya karyawan lain, atau dengan kata lain jangan membuat pengecualian untuk diri Anda.
8. Kejujuran Selalu Berikan Hasil yang Terbaik
Ingat, kejujuran adalah hal utama dalam setiap pekerjaan. Ketika Anda berbohong kepada karyawan, maka Anda menghancurkan kepercayaan mereka yang kemudian berakibat rusaknya hubungan kedua belah pihak.
Walaupun berkata jujur tidak selalu mudah, namun karyawan akan menghargai setiap hal yang Anda ungkapkan tersebut.
Jangan menganggap karyawan hanya sebagai “alat” milik perusahaan untuk mencapai keuntungan saja. Melainkan perusahaan harus menjalin hubungan dengan karyawan dan memperlakukan mereka layaknya rekan kerja sama seperti lainnya.
Agar memiliki hubungan baik dengan karyawan, jangan berpikir bahwa hal yang harus dilakukan hanyalah memberi kenaikan gaji atau penghargaan tertentu, melainkan beberapa hal di bawah ini:
1. Kebijakan yang Transparan
Menerapkan sikap dan kebijakan terbuka adalah salah satu cara yang baik untuk menjalin hubungan dengan karyawan.
Sikap terbuka yang dimaksud di sini adalah perusahaan mau membuka diri menerima ide dan pendapat dari karyawan mengenai beberapa hal tertentu.
Bahkan Anda juga bisa membuat kebijakan yang memungkinkan karyawan untuk mengajukan komplain mengenai sesuatu.
Selain membuat karyawan merasa dihargai, untuk menjalin hubungan dengan karyawan juga memungkinkan perusahaan mendapatkan ide dan pendapat baru yang mungkin saja tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Perusahaan juga bisa mengetahui kendala apa yang sedang dihadapi oleh karyawannya.
2. Berkomunikasi dengan Baik
Untuk bisa menjalin hubungan dengan karyawan, pastikan karyawan mengetahui bahwa Anda sebagai atasan bersedia melakukan komunikasi dengan baik dalam kesempatan apapun.
Baik itu komunikasi langsung, dalam meeting, melalui email atau telepon dan sebagainya. Jangan hanya mementingkan pekerjaan Anda sendiri tanpa mempedulikan karyawan Anda. Motivasi kerja karyawan akan lebih men
3. Luangkan Waktu untuk Karyawan
Bertemu dengan karyawan tidak cukup hanya melalui meeting atau keperluan kantor saja. Melainkan berupayalah untuk menyediakan waktu sebanyak atau sebisa mungkin dengan karyawan untuk menjalin hubungan baik.
Pastikan Anda hadir bagi karyawan dalam keadaan susah maupun duka. Contoh kecil yang mudah dilakukan adalah makan siang bersama, ikut merayakan ulang tahun karyawan, menjenguk karyawan yang sakit dan sebagainya.
4. Bersikap Adil Kepada Karyawan
Salah satu penyebab ketidakpuasan karyawan adalah perlakuan yang tidak adil dari perusahaan atau atasan. Dapat dikatakan bahwa biasanya atasan memiliki staff atau bawahan favorit mereka sehingga karyawan lain merasa diperlakukan secara tidak adil.
Hubungan Anda akan terjalin dengan baik jika bersikap adil kepada semua karyawan tanpa terkecuali. Untuk memberikan motivasi kerja ke karyawan, jangan memiliki harapan yang sama dari setiap karyawan karena tentu saja setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Pada dasarnya Anda harus bersikap positif kepada semua karyawan.
5. Tetapkan Tujuan yang Jelas dan Masuk Akal
Sebaik dan sehebat apapun karyawan Anda, mereka tidak akan menyukai Anda atau perusahaan jika dibebankan untuk mencapai target yang tidak masuk akal. Jangan pernah meminta orang lain melakukan sesuatu yang bahkan tidak bisa Anda lakukan sendiri.
6. Melibatkan Karyawan dalam Pengambilan Keputusan
Ketika Anda mengikutsertakan karyawan dalam proses pengambilan keputusan seperti tujuan tim atau tool yang dibutuhkan untuk mendukung pekerjaan misalnya. Mereka akan merasa dihargai dan dibutuhkan oleh perusahaan.
7. Terapkan Peraturan yang Sama Pada Setiap Karyawan
Jangan memanfaatkan status atau kedudukan Anda yang lebih tinggi untuk bersikap sewenang-wenang. Ikuti peraturan perusahaan yang sudah ditetapkan layaknya karyawan lain, atau dengan kata lain jangan membuat pengecualian untuk diri Anda.
8. Kejujuran Selalu Berikan Hasil yang Terbaik
Ingat, kejujuran adalah hal utama dalam setiap pekerjaan. Ketika Anda berbohong kepada karyawan, maka Anda menghancurkan kepercayaan mereka yang kemudian berakibat rusaknya hubungan kedua belah pihak.
Walaupun berkata jujur tidak selalu mudah, namun karyawan akan menghargai setiap hal yang Anda ungkapkan tersebut.
Sabtu, 24 November 2018
Tulisan3_MSDM_Kompensasi
Implikasi Pengaruh Simultan Variabel Kompensasi Langsung dan Kompensasi Tidak Langsung terhadap Motivasi Kerja Karyawan
Berdasarkan hasil
perhitungan menunjukkan bahwa F hitung sebesar 36,752 (Sig F = 0,000). Jadi, F
hitung > Ftabel (36,752 > 3,443) dan Sig F < 5% (0,000 < 0,05).
Dengan demikian H1 diterima dan H0 ditolak yang berarti bahwa secara
bersama-sama (simultan) variabel Kompensasi Langsung (X1) dan Kompensasi Tidak
Langsung (X2) mempunyai pengaruh terhadap variabel Motivasi Kerja Karyawan (Y).
Maka model regresi bisa dipakai untuk memprediksi pengaruh Kompensasi Langsung
(X1) dan Kompensasi Tidak Langsung (X2) pada Motivasi Kerja Karyawan (Y).
Kompensasi Langsung dan
Kompensasi Tidak Langsung merupakan salah satu cara perusahaan untuk meningkatkan
motivasi kerja setiap karyawan. Dalam penelitian ini terbukti bahwa Kompensasi
Langsung dan Kompensasi Tidak Langsung mempunyai pengaruh yang simultan atau
secara bersama – sama memberikan pengaruh terhadap Motivasi Kerja karyawan,
khususnya pada Karyawan Bagian Biro Sumber Daya Manusia dan Umum Perum Jasa
Tirta I Malang karena penelitian ini berfokus pada Karyawan Bagian Biro Sumber
Daya Manusia dan Umum Perum Jasa Tirta I Malang. Berdasarkan teori dan fenomena
yang ada dalam survei penelitian menunjukkan bahwa Kompensasi merupakan salah
satu faktor penentu dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan. Dalam hal ini
Kompensasi Langsung dan Kompensasi Tidak Langsung yang didapat karyawan dari
perusahaan mampu meningkatkan motivasi kerjanya. Pernyataan ini dapat
dibuktikan pada tanggapan karyawan pada kuesioner yang disebarkan oleh penulis.
Pada setiap item pernyataan yang disajikan dalam kuesioner, karyawan yang
bertindak sebagai responden sebagian besar memberikan penilaian yang positif
terhadap pernyataan yang disajikan.
Implikasi Pengaruh Parsial Variabel Kompensasi Langsung terhadap Motivasi Kerja Karyawan
Kompensasi Langsung (X1)
memiliki nilai t hitung sebesar 2,587. Nilai ini lebih besar dari t tabel yaitu
2,074 dan Sig t < 5% (0,05). Sehingga pengujian hipotesis untuk H0 ditolak
dan H1 diterima. Hal ini menjelaskan bahwa secara parsial variabel Kompensasi
Langsung (X1) mempengaruhi Motivasi Kerja Karyawan (Y). Kompensasi Langsung
yang diberikan perusahaan terhadap karyawan yang berupa gaji, bonus dan
insentif terbukti tepat sasaran. Hal demikian terjadi karena dalam prakteknya
banyak kesesuaian yang terbukti antara besarnya jumlah gaji yang diterimakan
kepada karyawan dengan tanggungjawab yang dibebankan, tingkat pendidikan,
kesepakatan dalam surat perjanjian, keterampilan dan pengalaman kerja,
peningkatan produktivitas dan prestasi kerja. Insentif akan diterimakan kepada
karyawan apabila karyawan berprestasi dan mempunyai perilaku serta sikap yang
baik dalam bekerja. Selanjutnya, apabila karyawan tersebut mampu menyelesaikan
tugas dan tanggungjawab pekerjaannya maka karyawan tersebut akan mendapatkan
bonus dari perusahaan. Jadi, kepuasan yang diterima dari Kompensasi Langsung
yang diberikan kepada karyawan oleh perusahaan membuat karyawan tersebut tak
segan untuk memberikan dan meningkatkan kontribusi kerja untuk perusahaan.
Implikasi Pengaruh Parsial Variabel Kompensasi Tidak Langsung terhadap Motivasi Kerja Karyawan
Kompensasi Tidak Langsung
(X2) memiliki nilai t hitung sebesar 2,368. Nilai ini lebih besar dari t tabel
yaitu 2,074 dan Sig t < 5% (0,05). Sehingga pengujian hipotesis untuk H0
ditolak dan H1 diterima. Hal ini menjelaskan bahwa secara parsial variabel
Kompensasi Tidak Langsung (X2) mempengaruhi Motivasi Kerja Karyawan (Y). Dalam
Kompensasi Tidak Langsung ada tiga komponen yang menjadi fokus perhatian dalam
perusahaan yaitu pertama hak – hak karyawan dijelaskan bahwa karyawan mudah
dalam mengajukan cuti sesuai dengan hak cuti dan juga karyawan diberikan
kemudahan untuk mengajukan izin apabila karyawan sakit dan ketika ada keperluan
keluarga. Komponen kedua yaitu upah lembur yang di dalamnya terdapat kesesuaian
antara penerimaan upah lembur dengan kelebihan jam kerja yang dihabiskan
karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan dan juga ketepatan waktu dalam
penerimaan upah lembur kepada karyawan. Komponen ketiga yaitu mengenai program
pesangon, pesangon diberikan karyawan ketika karyawan pensiun dan untuk jumlah
yang diterimakan tentunya sesuai dengan lamanya karyawan tersebut bekerja,
jabatan dan tanggungjawab yang diembannya, serta kontribusi yang diberikannya
kepada perusahaan demi kemajuan perusahaan.
Sumber:
Shinta Wahyu Hati,
Serlina Simangunsong. 2016. Pengaruh Kompensasi Langsung dan Kompensasi Tidak
Langsung Terhadap Semangat Kerja Karyawan di PT. Bandar Abadi Batam. Batam: Jurnal
Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis | Vol. 4, No. 2, Dec 2016, 142-149
Selasa, 23 Oktober 2018
Tulisan2_MSDM_Tips & Trik Sukses Dalam Menghadapi Wawancara
TIPS
& TRIK SUKSES DALAM MENGHADAPI WAWANCARA
Dikutip dari www.moneysmart.id, berikut beberapa tips
& trik yang bisa dipersiapkan saat ingin melakukan wawancara kerja.
1. Berpenampilan menarik sesuai profil perusahaan
Sesuai pepatah “dari mata turun ke hati”, saat kamu wawancara dengan calon bos pun demikian.Kamu mesti kasih impresi bagus dari awal dengan mengenakan pakaian yang menarik. Menarik di sini gak harus selalu formal, lho. Namun, kamu bisa sesuaikan dengan profil perusahaan yang dituju.
Buat perusahaan konservatif, seperti perbankan dan perusahaan yang udah lama, kamu mesti kenakan pakaian formal. Akan tetapi, buat perusahaan startup yang lebih bebas, kamu bisa sedikit berkreasi.
2. Perhatikan sikap kamu sejak di lobi
Bisa jadi kamu emang gak bertemu dengan user di lobi. Namun, bisa jadi user memerhatikan kamu tanpa sepengetahuan kamu.Jadi, ada baiknya buat jaga-jaga, perhatikan sikap kamu saat berada di lobi menunggu panggilan wawancara.
Gak salah buat mengecek ponsel namun bila di samping kamu ada kandidat lainnya, ada baiknya buat mengobrol aja. Bila di sekliling kamu ada bacaan yang bisa dibaca maka lebih baik pilih buat membaca daripada menatap ponsel.
3. Siap sedia buat jabat tangan dengan user
Saat dipanggil buat masuk ke dalam ruangan user, pastikan kamu udah siap sedia buat jabat tangan dengan user.Oleh sebab itu, pastikan barang bawaan kamu udah kamu rapikan. Misalnya, ponsel dimasukkan ke dalam saku atau tas. Tangan kiri pegang CV. Sementara itu, tangan kanan udah siap buat berjabatan dengan penuh percaya diri.
Hal ini menunjukkan kamu benar-benar persiapan dan gak berantakan.
4. Terlihat antusias dan kurangi rasa gugup
Sebenarnya sedikit gugup pas wawancara kerja gak masalah buat user. User bakal memahami kalau perasaan gugup biasa terjadi dan user pun bakal berusaha bikin kamu rileks.Biar kamu berbeda dari kandidat lainnya, ada baiknya buat berusaha antusias dan gak gugup. User biasanya bakal lebih kagum saat kamu begitu excited pada pekerjaan tersebut dan bisa meng-handle diri kamu.
5. Siapkan kalimat perkenalan yang menarik
Tips wawancara kerja selanjutnya adalah siapkan kalimat menarik saat kamu diminta buat memperkenalkan diri.Pertanyaan ini emang sedikit tricky. Kamu bisa aja menjabarkan seluruh riwayat pekerjaan dan pengalaman kamu buat menarik perhatian user. Namun, ternyata hal tersebut bakal membosankan.
User cuma pengin tahu detail tentang kamu yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar. Jadi, usahakan buat kalimat perkenalan yang straight to the point tanpa bertele-tele.
6. Sebutkan pengalaman yang relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar
Mirip dengan poin sebelumnya, sebutkanlah pengalaman yang relevan saat kamu ditanya tentang pengalaman kerja.Kamu bisa sebutkan pengalaman kerja tersebut disertai dengan penjelasan job desc-nya. Dari situ, biarkan percakapan mengalir antara kamu dan user.
Jadi, kamu gak perlu jelaskan terlalu detail karena user biasanya bakal menanyakan beberapa perincian bila dia penasaran.
7. Siapkan pertanyaan untuk user
Wawancara kerja yang menarik adalah bila
komunikasi yang terjadi dua arah.
Jadi, kamu bukan cuma jawab pertanyaan
yang diajukan tetapi berusaha buat bertanya balik.
Bila kamu punya pertanyaan buat diajukan,
hal itu tunjukkan bahwa kamu punya minat pada perusahaan tersebut.
Ada dua tips buat ajukan pertanyaan untuk
si user. Yang pertama, kamu bertanya berdasarkan pertanyaan yang udah kamu
siapkan dari rumah. Kedua, kamu mesti antusias saat tanya-jawab sehingga dapat
sesuatu buat ditanyakan.
8. Akhiri dengan mantap dan tanyakan langkah selanjutnya
Di akhir wawancara kerja, kamu bisa
tegaskan ketertarikan kamu pada pekerjaan yang sedang kamu lamar ini. Kemudian,
tanyakan pula langkah selanjutnya. Misal tentang step apa yang selanjutnya
bakal dijalani serta kapan kira-kira dihubungi kembali bila lolos.
Jangan lupa ucapkan terima kasih atas
ketersediaan waktu user buat manggil kamu buat wawancara.
Referensi:
Senin, 01 Oktober 2018
Tulisan1_MSDM_Mempersiapkan Persaingan Dengan Tenaga Kerja Asing
“Mempersiapkan Persaingan Dengan
Tenaga Kerja Asing”
Tenaga
Kerja Indonesia akan bersaing dengan Tenaga Kerja Asing seiring pemberlakuan
kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Kesepakatan
MEA yang sudah diterapkan pada tahun 2015 ini membuka pasar tenaga kerja dan
jasa di beberapa bidang. Ada beberapa sektor jasa yang telah dibuka secara
bebas. Pekerja sektor tersebut dapat bekerja lintas batas negara dengan mudah
berkat MEA.
MEA ini akan lebih dibanjiri oleh tenaga
kerja yang terampil. Bagi perusahaan untuk bersaing di kancah bisnis mereka
akan berusaha mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) untuk menunjang hasilnya
bisnis.
Mereka tidak melihat lagi dari mana asal
negara sumber daya manusia (SDM) yang mendukung bisnisnya. Pilihan untuk tenaga
kerja itu tidak harus mengambil dari lokal. Bisa saja diambil dari negara lain,
asalkan memenuhi kriteria kebutuhan korporasi.
Namun, kenyataan dilapangan itu berbanding
terbalik dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Bukan hanya tenaga
kerja ahli seperti yang disebutkan diatas, namun pekerja kasar yang tidak
terlalu memerlukan keahlian profesional pun dilibatkan dalam beberapa proyek
yang menggunakan tenaga kerja asing tersebut.
Maka dari itu persiapan yang baik terhadap
tenaga kerja lokal di Indonesia harus diterapkan agar dapat bersaing dengan para
tenaga kerja dari luar.
Dikutip dari www.cermati.com,
ada beberapa kiat-kiat yang dapat dilakukan dalam menghadapi serta
menguntungkan dari diselenggarakannya MEA ini.
1. Leadership
Jiwa kepemimpinan yang baik sangat dibutuhkan
dalam situasi atau pekerjaan apa pun, termasuk pada masa MEA saat ini.
Orang-orang dengan jiwa kepemimpinan akan memiliki kemampuan untuk mengatur dan
sangat peduli terhadap kemajuan kelompok atau perusahaan yang dipimpinnya.
Pemimpin yang memiliki jiwa leadership akan berusaha sekuat tenaga demi
kemajuan perusahaannya.
2. Public
Speaking
Baik sebagai perwakilan perusahaan maupun
tenaga kerja, memiliki kemampuan public speaking jelas penting dalam karier
atau menjalankan bisnis apa pun, termasuk dalam penyelenggaraan MEA. Dengan
memiliki kemampuan ini, seseorang bisa menarik perhatian orang lain agar mau
menuruti kemauannya. Tentu saja hal ini bisa dimanfaatkan sebagai alat
pemasaran yang efektif.
3. Bahasa Asing
Bersaing secara internasional mau tidak mau
pasti dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa asing.
Terlebih jika menguasai bahasa-bahasa yang digunakan negara-negara ASEAN, tentu
akan sangat mendukung dalam era MEA ini.
4. Project Management
Project management adalah kemampuan seseorang
dalam membuat rancangan sebuah proyek. Dalam hal ini, yang dirancang adalah
waktu pengerjaan, kekuatan, dan kelemahan yang bisa membawa proyek akan
berhasil atau justru akan menemui kegagalan.
5. Negosiasi
dan Mediasi
Pengusaha yang pandai dalam hal negosiasi dan
mediasi bisa dengan cepat memutuskan persoalan atau masalah. Pada era pasar
bebas, interaksi dengan perusahaan asing tentu akan memberikan perbedaan cara
pandang yang berbeda dengan yang kita alami setiap hari. Karena itu, memiliki
kemampuan tersebut akan sangat membantu memecahkan persoalan.
6. Networking
Sudah jelas bahwa jaringan yang luas bisa
meningkatkan potensi keuntungan yang bisa didapatkan perusahaan. Memiliki
kemampuan dalam menjalin relasi akan semakin berpeluang dalam meraih kesuksesan
pada masa depan.
7. Rendah
Hati
Dorong diri kita untuk selalu rendah hati
dalam segala hal. Setelah berhasil meningkatkan kemampuan diri dan menguasai
banyak keahlian, bukan berarti kita menjadi sombong dan berhenti belajar. Orang
yang mau terus belajar akan menjadi aset yang penting dalam perusahaan pada
masa MEA.
8. Openness
Berbenturan dengan budaya lain adalah
konsekuensi yang tidak bisa dihindari dalam pasar bebas internasional. Baik
pekerja maupun pebisnis tetap perlu menerima perbedaan pandangan dan budaya
agar tercipta harmoni dan keselarasan demi mendapatkan keuntungan yang lebih
banyak.
9. Ingin
Tahu dan Kritis
Menjadi orang yang kritis akan mendorong orang
tersebut untuk menjadi orang yang selalu berpikir ke depan. Setiap kesalahan
bisa menjadi kesempatan yang bisa dimanfaatkan untuk perbaikan. Rasa ingin tahu
akan membuat seseorang untuk selalu mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak
dari yang sudah mereka miliki.
10.Profesionalisme
Pada era MEA dan sebelumnya, bisa dikatakan
profesionalisme adalah karakter yang sangat diperlukan, baik oleh calon tenaga
kerja yang ingin bekerja di luar negeri maupun pengusaha Indonesia yang akan
menjalin kerja sama dengan perusahaan asing. Berpikir dan bekerja secara
profesional akan mengundang pujian dari orang lain.
Sumber:
Cermati. (2017, 09 Februari). 10 Kiat yang Bisa Dilakukan untuk Bersaing
Menghadapi MEA. Diperoleh 01 Oktober 2018, dari https://www.cermati.com/artikel/10-kiat-yang-bisa-dilakukan-untuk-bersaing-menghadapi-mea
Jawapos. (2016, 02 April). MEA, Persaingan Antara Tenaga Kerja Lokal
Dengan TKA. Diperoleh 01 Oktober 2018, dari https://www.jawapos.com/nasional/humaniora/02/03/2016/mea-persaingan-antara-tenaga-kerja-lokal-dengan-tka
Metrotvnews. (2015, 14 Desember). Persaingan Ketat Pasar Tenaga Kerja di
MEA. Diperoleh 01 Oktober 2018, dari http://telusur.metrotvnews.com/news-telusur/GNlxg0mN-persaingan-ketat-pasar-tenaga-kerja-di-mea
Sabtu, 05 Mei 2018
PASSIVE VOICE & CONDITIONAL SENTENCES
PASSIVE
VOICE
A. Pengertian Passive Voice
Passive
voice adalah suatu bentuk kalimat dimana subjek kalimat menerima aksi, bukan
melakukan aksi. Tidak seperti active voice yang fokus terhadap pihak yang
melakukan aksi (doer of action), bentuk ini lebih berfokus kepada pihak atau
objek yang menerima hasil dari suatu aksi tersebut (receiver of action).
|
Active
|
My
parents plant some flowers
(Pelaku aksi)
|
|
Passive
|
Some
flowers are planted by my parents
(Penerima aksi)
|
Umumnya,
kalimat aktif yang bisa ditransformasi menjadi kalimat pasif berbentuk kalimat
aktif yang mengandung transitive verbs (kata kerja yang memerlukan objek
langsung) seperti make, bring, buy, write dan sebagainya. Sebaliknya, kalimat
pasif yang mengandung intransitive verbs (kata kerja yang tidak memerlukan
objek langsung) seperti cry, swim, go, arrive, dan die tidak bisa diubah
menjadi kalimat pasif.
Namun,
apabila intransitive verbs tersebut diikuti oleh preposition, ada kemungkinan
kalimat tersebut bisa diubah menjadi kalimat pasif tetapi kalimat pasif yang
terbentuk akan sangat kaku.
B. Rumus Passive Voice
Untuk
membentuk kalimat pasif, rumus sederhana berikut biasanya digunakan tetapi
tetap harus disesuaikan dengan tense kalimat.
|
Subject + to be (am/is/are) + past
participle (pp)
|
||
|
Tense
|
Rumus Passive Voice
|
Contoh Passive Voice
|
|
Simple
Present
|
am/is/are
+ pp
|
is
created
|
|
Present
Continuous
|
am/is/are
being + pp
|
is
being created
|
|
Simple
Past
|
was/were
+ pp
|
was
created
|
|
Past
Continuous
|
was/were
being + pp
|
was
being created
|
|
Present
Perfect
|
has/have
been + pp
|
has
been created
|
|
Past
Perfect
|
had
been + pp
|
had
been created
|
|
Simple
Future
|
will
be + pp
|
will
be created
|
|
Future
Continuous
|
am/is/are
going to be + pp
|
is
going to be created
|
|
Future
Perfect
|
will
have been + pp
|
will
have been created
|
Penggunaan
kalimat pasif dengan perfect continuous tenses biasanya jarang dilakukan karena
menghasilkan struktur kalimat yang terlalu rumit dan sulit dipahami. Oleh
karena itu, hal ini sebaiknya dihindari meskipun secara tata bahasa benar
(grammatically correct).
C. Penggunaan & Contoh Passive Voice
Kalimat
pasif umumnya digunakan dalam kondisi sebagai berikut:
|
a) Ketika pelaku
aksi (doer of action) tidak diketahui
|
My money has
been stolen.
Dalam contoh
passive voice ini, pembicara tidak mengetahui siapa yang mencuri dompetnya.
|
|
b) Ketika pelaku
aksi (doer of action) sudah jelas dan tidak perlu disebutkan
|
Wheat is grown
in Karawang.
Dalam contoh
ini, sudah sangat jelas bahwa petani adalah pelaku aksi atau orang yang
menanam gandum.
|
|
c) Ketika tidak ingin memberitahukan
siapa pelaku aksi (doer of action)
|
Mistakes
were made.
Dalam contoh
ini, pembicara tidak mau memberitahu siapa yang melakukan kesalahan.
|
|
d) Ketika pelaku
aksi (doer of action) adalah semua orang (people in general)
|
Transjakarta is
used as an alternative means of transportation to avoid traffic jam.
Dalam contoh
ini, pelaku aksi adalah semua orang karena transjakarta dapat digunakan oleh
masyarakat luas.
|
|
e) Ketika pelaku aksi telah disebutkan
pada kalimat sebelumnya (apabila terdapat di suatu paragraf)
|
Mr.
Han caught Ari cheating on the test. Ari was given punishment immediately.
Dalam contoh
passive voice ini, Mr. Han sebagai pelaku aksi sudah disebutkan sebelumnya
sehingga tidak perlu ditambahkan pada kalimat kedua.
|
Pelaku
Aksi dalam Passive Voice
Dalam
beberapa kondisi penggunaan passive voice, by-phrase (frasa yang menyatakan
pelaku aksi) tidak digunakan karena beberapa alasan sebagaimana tertulis di
atas. Namun, sebenarnya kita dapat memasukkan pelaku aksi jika informasi
tersebut sangat penting atau dalam kondisi sebagai berikut :
|
a)
Ketika terdapat informasi baru (kalimat kedua).
|
Bottled
water comes from mountain water. It is produced by water company.
|
|
b)
Ketika mengetahui nama jelas pelaku aksi atau pelaku aksi adalah orang
terkenal.
|
Siti
Nurbaya was written by Marah Roesli.
|
|
c)
Ketika identitas pelaku aksi sangat mengejutkan atau tidak dikira-kira.
|
It
is hard to believe that this beautiful jazz melody was composed by an eight-year-old
|
Passive
Voice dengan Get
Kata
get dapat juga digunakan pada kalimat pasif untuk menggantikan to be
(am/is/are). Biasanya kalimat pasif dengan kata get digunakan pada percakapan
informal. Sama seperti ketika menggunakan to be (am/is/are), bentuk get yang
digunakan juga harus disesuaikan dengan tense kalimat.
|
Subject
+ to be + past participle (pp)
|
||
|
Tense
|
Rumus
Passive Voice
|
Contoh
Passive Voice
|
|
Simple
Present
|
get/gets
+ pp
|
get
treated
|
|
Present
Continuous
|
am/is/are
getting + pp
|
is
getting treated
|
|
Simple
Past
|
got
+ pp
|
got
treated
|
|
Past
Continuous
|
was/were
getting + pp
|
was
getting treated
|
|
Present
Perfect
|
has/have
gotten + pp
|
has
gotten treated
|
|
Past
Perfect
|
had
gotten + pp
|
had
gotten treated
|
|
Simple
Future
|
will
get + pp
|
will
get treated
|
|
Future
Continuous
|
am/is/are
going to get + pp
|
is
going to get treated
|
|
Future
Perfect
|
will
have gotten + pp
|
will
have gotten treated
|
CONDITIONAL
SENTENCES
A. Pengertian Conditional Sentence
Conditional
sentence adalah complex sentence (kalimat majemuk) yang dibentuk dari
subordinate clause yang diawali dengan subordinate conjunction if berupa
condition (syarat) dan main clause berupa result/consequence (hasil).
Ada
4 tipe conditional sentence yang biasa digunakan, yaitu: tipe 1, tipe 2, tipe
3, dan tipe 0. Condition pada conditional sentence tipe 1 mungkin dipenuhi,
tipe 2 tidak atau hampir tidak mungkin dipenuhi, tipe 3 tidak mungkin dipenuhi
(unreal), sedangkan tipe 0 selalu terwujud karena merupakan scientific fact/kebenaran
ilmiah.
B. Rumus Conditional Sentence
-
Rumus Umum
Secara umum, rumus kalimat pengandaian ini
adalah sebagai berikut.
|
if + condition,
result/consequence
|
atau tanpa tanda baca koma:
|
result/consequence
+ if + condition
|
-
Rumus Conditional Sentence Berbagai Tipe
|
Type
|
Rumus
Conditional Sentence
|
|
0
|
if
+ simple present, simple present
|
|
1
|
if
+ simple present, will + bare infinitive
|
|
2
|
if
+ simple past, would/could/might + bare infinitive
|
|
3
|
if
+ past perfect, would/should/could/might have + past participle
|
-
Contoh Conditional Sentence
|
Type
|
Contoh
Conditional Sentence
|
|
0
|
If we burn
paper, it becomes ash.
(Jika kita
membakar kertas, itu menjadi abu)
|
|
1
|
If I meet him, i
will introduce myself.
(Jika saya
bertemu dia, saya akan memperkenalkan diri).
|
|
2
|
If
it rained tomorrow, I would sleep all day.
(Jika besok hujan, saya akan tidur
sepanjang hari.)
|
|
3
|
If
you had remembered to invite me, I would have attended your party.
(Jika kamu ingat mengundang saya, saya
akan hadir di pestamu.)
|
C. Negatif if + Condition
Rumus:
if…not dapat digantikan dengan unless.
Contoh
conditional sentence: if…not dan unless:
Dengan
menggunakan rumus negatif if, contoh conditional sentence seperti di bawah ini.
If the students do not understand, they
will raise their hand to ask.
Unless the students understand, they will
raise their hand to ask. (Jika para siswa tidak mengerti, mereka akan
mengangkat tangan untuk bertanya.)
Sumber:
Langganan:
Postingan (Atom)

