Dalam
artikel kali ini saya akan menjelaskan serta akan mengenalkan lebih dekat
tentang koperasi nomor 1 di Indonesia
Koperasi Telekomunikasi Selular (kisel) adalah lembaga
penyedia jasa Distribution Channel (Penjualan dan Distribusi), General Service
(Layanan Umum) dan Telco Infrastructure (Layanan Infrastuktur Telekomunikasi),
dengan jaringan kantor operasional sebanyak 54 buah kantor wilayah/cabang yang
tersebar dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam hingga Provinsi Papua dan
didukung oleh 4.039 orang anggota dengan mayoritas anggota adalah karyawan PT
Telkomsel.
Secara umum, bisnis Sales and Distribution Channel meliputi
bisnis penyediaan layanan sales dan distribusi produk-produk industri Telco
sampai ke seluruh pelosok nusantara. Bisnis Telco Infrastructure diarahkan
untuk menjalin kerjasama dengan operator Telco terkait dengan support berbagai
proses bisnis implementasi infrastruktur, pengoperasian jaringan dan
optimalisasi network. Sedangkan bisnis General Service mengoptimalkan potensi
bisnis pemenuhan kebutuhan produk dan jasa penunjang operasional bisnis dan
perkantoran.
Perjalanan bisnis kisel dimulai dengan mengembangkan usaha
yang relatif modern, di luar kebiasaan lembaga yang bernama koperasi, di mana
saat itu kisel terlibat banyak dalam bisnis yang mendukung kegiatan Telkomsel.
Sejak pendiriannya tahun 1996 hingga tahun 2000 bidang yang
saat itu dibutuhkan antara lain pemenuhan kebutuhan SDM penunjang,
pekerjaanpekerjaan yang terkait dengan tagihan (invoice), dan beberapa dukungan
kebutuhan yang sifatnya lokal. Mulai saat itu terbangunlah embrio di semua
wilayah operasi Telkomsel.
Perkembangan dan kecepatan pertumbuhan pelanggan PT
Telkomsel pada tahun 2000 hingga tahun 2010, mendorong Kisel untuk memperluas
ruang lingkup usaha. Oleh karena itu, mulai tahun 2010 telah dilakukan
transformasi untuk mengembangkan Kisel melalui berbagai inisiatif. Semangat
yang diusung adalah semangat memperkokoh pondasi dan percepatan pengembangan bisnis,
peningkatan profesionalisme, serta pengintegrasian dan pengontrolan proses
bisnis.
Dikutip berita online dari www.depkop.go.id “Koperasi Telekomunikasi Seluler (Kisel) bias menjadi
contoh koperasi skala besar dalam pengembangan usahanya. Kisel yang masuk dalam
jajaran 300 koperasi besar dunia ini, baru saja melakukan spin off (memisahkan)
secara bertahap dua unit usahanya agar bias berkembang lebih cepat. Dua unit
usaha itu adalah Travel dan layanan umum. Sementara empat usah lain adalah
sales & convention, Teknologi Informasi (TI), manajemen logistic, serta
properti dan konstruksi. Dengan spin off yang dilakukan secara bertahap itu,
diharapkan kinerjanya makijn cepat berkembang dan fokus.” JAKARTA-(Global News)
Di samping external
driver yang bersumber dari stakeholder/customer, secara internal para Pengurus
melakukan berbagai pemikiran pengembangan usaha. Pada periode 2000 – 2010,
perkembangan dan kecepatan pertumbuhan customer/Telkomsel telah mengkondisikan
kisel untuk melakukan penambahan lingkup usaha.
Antara tahun 2010 – 2014 dilakukan transformasi untuk
mengembangkan kisel sebagai lembaga bisnis yang modern, melalui berbagai
inisiatif. Semangat yang diluncurkan adalah memperkokoh pondasi dan percepatan
pengembangan bisnis, peningkatan profesionalisme, pengintegrasian dan
pengontrolan proses bisnis.
Pondasi ini memudahkan
Kisel sebagai lembaga Koperasi untuk lebih tanggap dalam melayani anggotanya
(meningkatkan kesejahteraan) dan melayani pasar (ekspansi pasar). Sejalan
dengan perkembangan industri telekomunikasi dan lingkungan industri ini, Kisel
terus dikembangkan menjadi pendukung yang handal bagi tumbuh dan berkembangnya
industri telekomunikasi.
Pengembangan dan inovasi terus dilakukan, salah satunya dengan
mendirikan 5 (lima) anak usaha yaitu:
·
PT Kinarya Selaras
·
PT Kinarya Selaras Piranti
·
PT Kinarya Alihdaya Solusi
·
PT Kinarya Alihdaya Mandiri
·
PT Kinarya Mandiri Konstruksi
Melalui pengambangan dan inovasi bisnis serta kerja keras semua
elemen Kisel, telah menghasilkan prestasi dan pencapaian yang luar biasa untuk
ukuran sebuah koperasi. Salah satunya adalah berhasil mengumpulkan revenue atau
omset mencapai sekitar 4,9 Triliun Rupiah untuk tahun 2015.
Dalam perjalanannya ada beberapa hal signifikan yang telah
dicapai, antara lain sebagai salah satu Authorized Dealer tingkat Nasional,
berperan dalam ikut menggelar program besar di Indonesia seperti USO, menjadi
Official Partner untuk beberapa perusahaan Telkom Group secara Nasional, dan
lain sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA