Senin, 01 Oktober 2018

Tulisan1_MSDM_Mempersiapkan Persaingan Dengan Tenaga Kerja Asing


“Mempersiapkan Persaingan Dengan Tenaga Kerja Asing”

Tenaga Kerja Indonesia akan bersaing dengan Tenaga Kerja Asing seiring pemberlakuan kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Kesepakatan MEA yang sudah diterapkan pada tahun 2015 ini membuka pasar tenaga kerja dan jasa di beberapa bidang. Ada beberapa sektor jasa yang telah dibuka secara bebas. Pekerja sektor tersebut dapat bekerja lintas batas negara dengan mudah berkat MEA.

MEA ini akan lebih dibanjiri oleh tenaga kerja yang terampil. Bagi perusahaan untuk bersaing di kancah bisnis mereka akan berusaha mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) untuk menunjang hasilnya bisnis.

Mereka tidak melihat lagi dari mana asal negara sumber daya manusia (SDM) yang mendukung bisnisnya. Pilihan untuk tenaga kerja itu tidak harus mengambil dari lokal. Bisa saja diambil dari negara lain, asalkan memenuhi kriteria kebutuhan korporasi.

Namun, kenyataan dilapangan itu berbanding terbalik dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Bukan hanya tenaga kerja ahli seperti yang disebutkan diatas, namun pekerja kasar yang tidak terlalu memerlukan keahlian profesional pun dilibatkan dalam beberapa proyek yang menggunakan tenaga kerja asing tersebut.

Maka dari itu persiapan yang baik terhadap tenaga kerja lokal di Indonesia harus diterapkan agar dapat bersaing dengan para tenaga kerja dari luar.

Dikutip dari www.cermati.com, ada beberapa kiat-kiat yang dapat dilakukan dalam menghadapi serta menguntungkan dari diselenggarakannya MEA ini.

1. Leadership

Jiwa kepemimpinan yang baik sangat dibutuhkan dalam situasi atau pekerjaan apa pun, termasuk pada masa MEA saat ini. Orang-orang dengan jiwa kepemimpinan akan memiliki kemampuan untuk mengatur dan sangat peduli terhadap kemajuan kelompok atau perusahaan yang dipimpinnya. Pemimpin yang memiliki jiwa leadership akan berusaha sekuat tenaga demi kemajuan perusahaannya.

2. Public Speaking

Baik sebagai perwakilan perusahaan maupun tenaga kerja, memiliki kemampuan public speaking jelas penting dalam karier atau menjalankan bisnis apa pun, termasuk dalam penyelenggaraan MEA. Dengan memiliki kemampuan ini, seseorang bisa menarik perhatian orang lain agar mau menuruti kemauannya. Tentu saja hal ini bisa dimanfaatkan sebagai alat pemasaran yang efektif.

3. Bahasa Asing

Bersaing secara internasional mau tidak mau pasti dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa asing. Terlebih jika menguasai bahasa-bahasa yang digunakan negara-negara ASEAN, tentu akan sangat mendukung dalam era MEA ini.

4. Project Management

Project management adalah kemampuan seseorang dalam membuat rancangan sebuah proyek. Dalam hal ini, yang dirancang adalah waktu pengerjaan, kekuatan, dan kelemahan yang bisa membawa proyek akan berhasil atau justru akan menemui kegagalan.

5. Negosiasi dan Mediasi

Pengusaha yang pandai dalam hal negosiasi dan mediasi bisa dengan cepat memutuskan persoalan atau masalah. Pada era pasar bebas, interaksi dengan perusahaan asing tentu akan memberikan perbedaan cara pandang yang berbeda dengan yang kita alami setiap hari. Karena itu, memiliki kemampuan tersebut akan sangat membantu memecahkan persoalan.

6. Networking

Sudah jelas bahwa jaringan yang luas bisa meningkatkan potensi keuntungan yang bisa didapatkan perusahaan. Memiliki kemampuan dalam menjalin relasi akan semakin berpeluang dalam meraih kesuksesan pada masa depan.

7. Rendah Hati

Dorong diri kita untuk selalu rendah hati dalam segala hal. Setelah berhasil meningkatkan kemampuan diri dan menguasai banyak keahlian, bukan berarti kita menjadi sombong dan berhenti belajar. Orang yang mau terus belajar akan menjadi aset yang penting dalam perusahaan pada masa MEA.

8. Openness

Berbenturan dengan budaya lain adalah konsekuensi yang tidak bisa dihindari dalam pasar bebas internasional. Baik pekerja maupun pebisnis tetap perlu menerima perbedaan pandangan dan budaya agar tercipta harmoni dan keselarasan demi mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.

9. Ingin Tahu dan Kritis

Menjadi orang yang kritis akan mendorong orang tersebut untuk menjadi orang yang selalu berpikir ke depan. Setiap kesalahan bisa menjadi kesempatan yang bisa dimanfaatkan untuk perbaikan. Rasa ingin tahu akan membuat seseorang untuk selalu mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak dari yang sudah mereka miliki.

10.Profesionalisme

Pada era MEA dan sebelumnya, bisa dikatakan profesionalisme adalah karakter yang sangat diperlukan, baik oleh calon tenaga kerja yang ingin bekerja di luar negeri maupun pengusaha Indonesia yang akan menjalin kerja sama dengan perusahaan asing. Berpikir dan bekerja secara profesional akan mengundang pujian dari orang lain.



Sumber:

Cermati. (2017, 09 Februari). 10 Kiat yang Bisa Dilakukan untuk Bersaing Menghadapi MEA. Diperoleh 01 Oktober 2018, dari https://www.cermati.com/artikel/10-kiat-yang-bisa-dilakukan-untuk-bersaing-menghadapi-mea

Jawapos. (2016, 02 April). MEA, Persaingan Antara Tenaga Kerja Lokal Dengan TKA. Diperoleh 01 Oktober 2018, dari https://www.jawapos.com/nasional/humaniora/02/03/2016/mea-persaingan-antara-tenaga-kerja-lokal-dengan-tka

Metrotvnews. (2015, 14 Desember). Persaingan Ketat Pasar Tenaga Kerja di MEA. Diperoleh 01 Oktober 2018, dari http://telusur.metrotvnews.com/news-telusur/GNlxg0mN-persaingan-ketat-pasar-tenaga-kerja-di-mea


Tidak ada komentar:

Posting Komentar