ARTIKEL PENGANTAR BISNIS
NAMA : SOFYAN HADI
KELAS : 1EB02
NPM : 26215652
JURUSAN/FAKULTAS : AKUNTANSI/EKONOMI
MATA KULIAH : PENGANTAR BISNIS
DOSEN : TITI AYEM LESTARI
KEWIRAUSAHAAN DAN MEMULAI BISNIS KECIL
Para pengusaha mencoba untuk menciptakan suatu
bisnis yang akan menghasilkan keuntungan bagi diri mereka. Mereka mencari
berbagai peluang dimana mereka dapat menawarkan suatu barang atau jasa kepada
para pelanggan yang dihargai lebih murah atau memiliki mutu lebih baik jika
dibandingkan dengan yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan lain yang sudah
ada.
MEMULAI BISNIS KECIL
Setiap tahun, didirikan ratusan bisnis kecil.
Meskipun bisnis-bisnis terbesar masih tetap yang paling banyak dipublikasikan,bisnis-bisnis
kecil adalah hal yang vital dalam perekonomian. Lebihdari 99 persen perusahaan
memiliki jumlah karyawan kurang dari 500 orang. Bisnis kecil diciptakan oleh
para pengusaha yang memiliki ide bisnis dan bersedia menginvestasikan uang mereka
sendiri untuk mendukung ide tersebut. Banyak bisnis baru diciptakan dengan
jumlah uang yang sangat sedikit , sehingga membatasi jumlah dana pengusaha yang
kemungkinan hilang.
Contoh:
· Domino’s Pizza ( di Ann Arbor,Michigan) adalah contoh klasik dari suatu bisnis yang diawali dengan sedikit pendanaan.
· Domino’s Pizza ( di Ann Arbor,Michigan) adalah contoh klasik dari suatu bisnis yang diawali dengan sedikit pendanaan.
· MicroBatch Ice Cream milik Jeremi ( di
Philadelphia,Pennsylvania) menerapkan konsep pembuatan bir mikro ke dalam ice
cream. Perusahaan membuat ice cream dalam jumlah kecil dan menjualnya secara
terbatas.
Inti dari contoh-contoh diatas adalah ide-ide
bisnis itu tidak hanya terbatas pada penemuan-penemuan yang tidak biasa saja ,
karena banyak ide sederhana berhasil menciptakan berbagai bisnis yang sukses.
Pro dan Kontra Mejadi seorang pengusaha
Orang tidak langsung dilahirkan sebagai
pengusaha. Mereka memilih untuk menjadi pengusaha, dari pada bekerja sebagai
karyawan untuk sebuah perusahaan. Beberapa keutungan penting dari menjadi
seorang pengusaha adalah:
1. Sebagai seorang pengusaha, anda kemungkinan dapat memperoleh
keuntungan besar dari bisnis anda, dan karenanya mendapatkan penghasilan yang
jauh lebih tinggi dinandingkan dengan jika anda bekerja untuk bisnis lain.
2. Anda dapat menjadi pemimpin bagi diri sendiri dan menjalankan
bisnis sesuai dengan keinginan anda.
3. Karena anda yang memegang kendali , anda tidak perlu takut
disalahkan oleh seorang pemimpin atau dipecat.
4. Anda memiliki kepuasan berkerja di suatu bisnis yang anda
ciptakan sendiri, dan kemungkinan besar lebih bersedia untuk bekerja karena
anda akan langsung mendapatkan imbalan atas pekerjaan anda dalam bentuk laba
bisnis yang lebih tinggi
Menjadi seorang pengusaha juga memiliki beberapa kerugianyang
sebaiknya dipertimbangkan:
1. Anda memiliki kemungkinan menanggung kerugian dalam jumlah besar
dan bahkan dapat kehilangan seluruh investasi anda didalam bisnis.
2. Meskipun anda dapat mengendalikan bisnis, anda harus memastikan
bahwa fungsi-fungsi bisnis telah berjalan dengan baik. memegang kendali bukan
berarti snds dspt bolos kerja kapan pun anda mau;penghasilan yang anda terima
terkait dengan seberapa baik bisnis tersebut dikelola dari hari ke hari.
3. Meskipun sebagai pemilik dari suatu bisnis,anda tidak akan
dipecat, anda masih dapat kehilangan sumber penghasilan anda jika bisnis
tersebut gagal.
PROFIL PENGUSAHA
Seorang pengusaha memiliki sifat khusus yang membedakannya dari
orang lain. Berikut ini profil pengusaha:
Ø Toleransi resiko: Pengusaha harus bersedia untuk memnerima
resiko kehilangan investasi bisnis mereka.
Ø Kreativitas: Pengusaha mengetahui cara-cara untuk meningkatkan
kepuasan pelanggan
Ø Inisiatif: Pengusaha harus bersedia untuk mengambil inisiatif
guna memastikan ide mereka terlaksana.
Toleransi resiko adalah hal yang dibutuhkan
untuk berinvestasi pada suatu bisnis baru. Kreativitas tidak hanya dibutuhkan
untuk menciptakan suatu ide bisnis, namun juga membuat ide terlaksana.
Kreativitas juga dibutuhkan untuk memperluas lini produk bisnis dan bersaing
dengan perusahaan-perusahaan lain yang menghasilkan produk yang saling
berkaitan. Dibutuhkan inisiatif dan ambisi untuk memperoleh informasi sebelum
dilakukan pengambilan keputusan mengenai dimana produksi akan dilakukan,
beberapa banyak yang akan diproduksi, bagamana cara mengiklankan, dan bagaimana
cara mendapatkan pendanaan.
MENILAI KONDISI PASAR
Sebelum menciptakan suatu bisnis baru untuk pasar tertentu, kita
sebaiknya mempertimbangkan kondisi-kondisi berikut:
■Permintaan, akan kebanyakan produk sebagaian dipengaruhi oleh
perekonomian secara umum karena konsumen cenderung membeli lebih banyak barang
dan jasa ketika perekonomian sedang kuat dan mereka memiliki cukup penghasilan.
■Persaingan,setiap bisnis memiliki pangsa pasar (market share),yaitu menunjukan volume penjualan dalam bentuk persentase dari total penjualan dalam pasar tertentu.
■Kondisi tenaga kerja,beberapa pasar memiliki karakteristik tenaga kerja yang spesifik. Biaya tenaga kerja akan lebih tinggi pada industri-industri sepert perawatan kesehatan yang membutuhkan keahlian-keahlian khusus.
■Kondisi peraturan dan perundang-undangan,pemerintah federal dapat memaksakan berbagai peraturan lingkungan hidup atau dapat mencegah sebuah perusahaan beroperasi di llokasi tertentu melakukan jenis bisnis tertentu.
■Persaingan,setiap bisnis memiliki pangsa pasar (market share),yaitu menunjukan volume penjualan dalam bentuk persentase dari total penjualan dalam pasar tertentu.
■Kondisi tenaga kerja,beberapa pasar memiliki karakteristik tenaga kerja yang spesifik. Biaya tenaga kerja akan lebih tinggi pada industri-industri sepert perawatan kesehatan yang membutuhkan keahlian-keahlian khusus.
■Kondisi peraturan dan perundang-undangan,pemerintah federal dapat memaksakan berbagai peraturan lingkungan hidup atau dapat mencegah sebuah perusahaan beroperasi di llokasi tertentu melakukan jenis bisnis tertentu.
MENGEMBANGAKN RENCANA BISNIS
Setelah pengusaha menilai pasar dan
mempertimbangkan keunggulan-keunggulan kompetitifnya,maka mereka dapat
memutuskan untuk menciptakan bisnis tertentu. Mereka akan perlu mengembangkan
rencana bisnis (business plan), yaitu uraian terinci mengenai bisnis yang
diusulkan, termasuk uraian mengenai produk atau jasa, sumber daya yang
membutuhkan untuk produksi,pemasaran yang dibutuhkan untuk menjual produk atau
jasa tersebut,dan pendanaan yang dibutuhkan.
PENILAIAN LINGKUNGAN BISNIS
Lingkungan bisnis yang mengelilingi suatu
bisnis meliputi lingkungan ekonomi, lingkungan industri, dan lingkungan global.
Lingkungan ekonomi,dinilai untuk menentukan
bagaimana permintaan akan produk dapat berubah sebagairespons terhadap kondisi
perekonomian dimasa mendatang
Lingkungan industri,dinilai untuk menentukan
tingkat persainagan.jika suatu pasar akan produk tertentu dilayani oleh hanya
satu atau beberapa perusahaan saja,maka sebuah perusahhan baru kemungkinan
dapat meraih bagian pasar yang signifikan.
MENILAI SUATU RENCANA BISNIS
Banyak ide-ide bisnis yang pada awalnya
terlihat masuk akal ternyata tidak dapat dilaksanakan karena beragam
kekhawatiran yang dimiliki pengusaha tersebut setelah mengembangkan rencana
bisnisnya.
Suatu rencana bisnis akan memaksa pemilik
bisnis yang diusulkan menyebutkan secara spesifik seluruh rencana utama bisnis.
Rencana bisnis biasanya terdiri atas:
1. Penilaian mengenai lingkungan bisnis
2. Rencana manajemen yang menjelaskan bagaimana sumber daya-sumber
daya perusahaan digunakan
3. Rencana pemasaran yang menjelaskan penentuan
harga,distribusi,dan rencana-rencana promosi,dan
4. Rencana keuangan yang menunjukan kelayakan bisnis dan
menjelaskan bagaimana bisnis tersebut akan didanai.
Bahkan setelah bisnis tersebut
didirikan,rencana bisnis akan terus-menerus direvisi sebagai respons terhadap
perubahan-perubahan yang terjadi pada kondisi pasar,persaingan,dan
perekonomian.
Seorang pengusaha yang menciptakan suatu
bisnis harus mempertimbangkan eksposur yang dimiliki terhadap bebagai bentuk
resiko,berikut dengan metode untuk melindungi dirinya dari bentuk-bentuk resiko
tersebut.beberapa bentuk resiko umum meliputi ketergantungan bisnis yang sangat
tinggi pada suatu pelanggan, atau satu pemasok,atau seorang karyawan.selain itu
bisnis dapat terekspos juga pada e-risk.
sumber:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar