“KOPERASIKU SAYANG, KOPERASIKU MALANG”. Itulah
istilah yang bisa kita gambarkan dari apa yang dapat dilihat dewasa ini dalam
lembaga koperasi. Kata-kata tersebut jika dilihat biasa saja, akan teteapi
maknanya sangat mendalam.
Sebagai seorang mahasiswa, sebagai
abdi masyarakat dalam hal akademisi, patutnya kita dapat melek mata akan apa
yang terjadi di Negara kita ini. Tentang hal yang terjadi dalam internal maupun
eksternal Negara. Kali ini saya akan membahas tentang hal yang berkaitan dengan
internal Negara kita ini, yakni “Koperasi”.
Mengapa
harus koperasi?
Sebab koperasi adalah organisasi
bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan
bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi
rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
Koperasi bukan hanya sekedar Lembaga
yang hanya untuk melengkapi lembaga keuangan yang ada di Indonesia saja, bukan!
Lembaga koperasi lebih dari itu semua. Koperasi menjadi salah satu cara untuk
masyarakat agar mau mengelola keuangan baik dari individu maupun dalam lingkup
sosial secara terorganisir.
Membangun koperasi bukanlah hal yang
mudah dilakukan, sebab sedikit sekali orang yang mau berinisiatif berusaha
untuk mendirikan sebuah koperasi demi kesejahteraan bersama.
Untuk membangun sebuah koperasi yang
sukses, semua haruslah dimulai dari bawah serta bertahap dalam membangnnya,
seperti mencari anggota-anggota yang bersedia bergabung dalam lembaga
perkoperasian. Membuat para anggota loyal kepada lembaga koperasi yang ingin kita
bangun.
Meskipun
Koperasi bukan termasuk Lembaga Keuangan Bank, tetapi koperasi dinilai mampu
turut andil dalam kemajuan ekonomi masyarakat, dan mampu menjadi ajang
silaturahmi antar para anggotanya, dalam memahami serta membuat rencana dalam
kemajuan koperasi.
Akan teteapi yang bisa kita lihat
sekarang adalah kurangnya rasa kepercayaan masyarakat terhadap badan lembaga
koperasi. Sebab banyak kekurangan disana sini, baik dalam hal internal maupun
eksternal dari lembaga koperasi.
Keadaan koperasi sekarang cukup
memprihatinkan bagi saya. Sebab, Koperasi tidak bisa lagi membendung
kepercayaan masyarakat karena satu dan lain hal. Koperasi sudah tidak lagi bekerja
dengan efektif dalam membantu perkembangan ekonomi di Indonesia.
Mengutip dari laman online http://jateng.tribunnews.com
, yang berjudul “Nasib Koperasi Semakin Terjepit, Cari Dana Murah Semakin Sulit”.
Cukup membuat saya kaget meliahat tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan
koperasi di Negara ini.
Artikel tersebut menjelaskan bahwa
prospek lembaga perkoperasian semakin menurun dengan gencarnya dorongan
pemerintah dalam penyaluran dana oleh bank lebih kepada Kredit Usaha Rakyat
(KUR) dibandingkan kepada Koperasi. Dengan bunga kredit program itu yang jauh
lebih kecil membuat layanan pembiayaan koperasi mulai ditinggalkan.
Dengan demikian koperasi akan
kesulitan mencari dana yang murah demi kemajuan lembaga tersebut. Walhasil,
koperasi akhirnya mengandalkan modal yang berasal dari perbankan membuat bunga
pembiyaan lembaga keuangan mikro itu lebih mahal.
Seperti yang dikatakan Bpk. Sahala
Panggabean “Kami (koperasi-Red) kesulitan mencari dana murah. Ini membuat
koperasi sulit memberikan bunga lebih murah dari bunga KUR sebesar 9 persen.
Meski
diperbolehkan dan tertarik menjadi penyalur KUR, sulitnya mencari modal masih
menjadi faktor penghambat bagi koperasi. Hingga kini baru tercatat satu
koperasi yang sudah resmi menjadi penyalur KUR, yakni Kospin Jasa di Pekalongan.
Dana
koperasi yang murah itu berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib, tetapi
jumlahnya kecil. Di KSP Nasari misalnya, dari 120 ribu anggota di 45 kantor
cabang hanya terkumpul Rp 7 miliar-10 miliar.
Kami
(KSP Nasari-Red) masih pikir-pikir (menjadi penyalur KUR-Red), belum lagi apabila
prosedur KUR lamban. Jadi sebaiknya uang anggota ini kami manfaatkan sendiri”
Sesuai
dengan pemaparan yang disampaikan oleh Bpk.Sahala Pangabean di atas,
membuktikan bahwa kemajuan koperasi tak hanya para anggota yang harus membangun
koperasi. Tapi campur tangan pemerintah haruslah turut andil dalam kemajuan
koperasi di Indonesia ini.
Jika
pemerintah ikut serta turut andil dalam mengembankan koperasi di Indonesia, ada
harapan kemajuan ekonomi rakyat dapat berkembang dengan baik serta dapat
memakmurkan masyarakat Indonesia bersama.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar